DailyFX.ID — PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) menjajaki ekspansi bisnis baru dengan memasuki sektor infrastruktur air minum. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk membangun portofolio aset berjangka panjang yang mampu menghasilkan sumber pendapatan berulang, sembari terus mengembangkan bisnis energi terbarukan.
Direktur Utama Futura Energi Global Tbk, Anggara Suryawan, menjelaskan bahwa sektor energi terbarukan dan infrastruktur air minum memiliki kesamaan karakteristik bisnis. Keduanya merupakan layanan dasar bagi masyarakat, memerlukan investasi jangka panjang, dan dapat didukung oleh perjanjian kontrak berjangka waktu lama.
“Kami melihat energi dan air sebagai dua hal yang satu keluarga. Keduanya layanan dasar. Keduanya berkontrak panjang. Keduanya dibutuhkan terus menerus. Arah ini yang ingin kami bangun secara bertahap dan sesuai aturan,” ujar Anggara dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Menurut Anggara, masuknya FUTR ke sektor air minum sekaligus menjadi langkah diversifikasi bisnis. Dengan dua lini usaha ini, perseroan berharap dapat menciptakan portofolio yang lebih seimbang antara proyek energi terbarukan berskala besar dan proyek infrastruktur yang berpotensi memberikan kontribusi pendapatan lebih awal.
Anggara merinci, proyek energi terbarukan umumnya memerlukan waktu pengembangan yang cukup panjang sebelum memasuki tahap operasi komersial. Sebaliknya, proyek infrastruktur yang sudah berjalan dapat memberikan kontribusi pendapatan lebih cepat. “Kombinasi antara sektor energi terbarukan dan infrastruktur air minum dinilai memberikan keseimbangan pada rencana portofolio perseroan,” jelasnya.
Ekspansi ke bisnis air minum ini juga dilakukan mengingat kebutuhan investasi di sektor tersebut masih sangat besar. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 6 Tahun 2026 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum 2026-2030, kebutuhan pendanaan sektor air minum nasional periode 2026-2030 diperkirakan mencapai Rp 183,7 triliun.
Besarnya kebutuhan pendanaan ini membuka peluang bagi keterlibatan badan usaha di luar pemerintah. Pendanaan sektor air minum tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga diharapkan berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta sumber pembiayaan lainnya.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan cakupan layanan air minum melalui jaringan perpipaan. Data dari kebijakan nasional terbaru menunjukkan akses rumah tangga terhadap air minum jaringan perpipaan baru mencapai 30,15% pada 2025. Targetnya adalah meningkat menjadi 40,20% pada 2029 dan 43,20% pada 2030.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga menyebutkan target akses air minum aman dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 mencapai 43% rumah tangga, sementara akses layanan melalui jaringan perpipaan ditargetkan 40,2%. Pencapaian target ini memerlukan penguatan kapasitas penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pembangunan infrastruktur.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi FUTR dalam memperluas cakupan bisnisnya. Perseroan menilai pembangunan infrastruktur air minum dapat menjadi bagian dari portofolio aset jangka panjang, sekaligus melengkapi pengembangan proyek energi terbarukan.
Ekspansi Tunggu Persetujuan Pemegang Saham
Meskipun demikian, ekspansi ke bisnis infrastruktur air minum ini masih harus melalui sejumlah tahapan korporasi. FUTR akan mengajukan perluasan bidang kegiatan usaha dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Setelah memperoleh persetujuan, perseroan akan menyesuaikan perizinan berusaha sesuai dengan bidang kegiatan usaha yang telah disetujui. Anggara menegaskan bahwa setiap aksi korporasi maupun informasi atau fakta material terkait rencana ini akan disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dengan rencana ekspansi ini, FUTR tidak lagi hanya mengandalkan pengembangan proyek energi terbarukan, tetapi mulai membangun diversifikasi menuju bisnis infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Strategi ini diharapkan memberikan ruang bagi perseroan untuk mengembangkan portofolio dengan karakteristik arus kas yang berbeda, seiring proyek energi terbarukan dan infrastruktur air minum memiliki siklus pengembangan serta waktu kontribusi pendapatan yang berbeda.
Ikuti DailyFX.ID
