— JAKARTA – Merek Harvest melakukan rebranding dengan mengubah konsepnya menjadi kafe bakery-patisserie. Perubahan ini memperluas peran Harvest dari yang sebelumnya identik dengan momen perayaan dan kue tart, menjadi tempat yang lebih sering hadir dalam berbagai aktivitas keseharian masyarakat.

Chief Executive Officer Harvest, Sylvia Andriani Rizal, menjelaskan bahwa rebranding ini merupakan upaya untuk terus mengikuti perkembangan tren dan perubahan gaya hidup masyarakat. “Harvest melihat perubahan konsep ini sebagai bagian dari upaya untuk terus mengikuti perkembangan tren dan perubahan gaya hidup masyarakat,” kata Sylvia dalam pengenalan konsep baru di gerai Harvest di Penjaringan, Pluit, Jakarta Barat, Senin (21/9/2026).

Selama 22 tahun beroperasi, Harvest telah beberapa kali melakukan perubahan agar tetap relevan di tengah persaingan yang ketat. Pertimbangan lain adalah pertumbuhan populasi anak muda, khususnya Gen Z, yang membutuhkan ruang berkumpul dan menikmati waktu bersama teman. Selama ini, pelanggan cenderung datang untuk momen-momen tertentu seperti ulang tahun atau perayaan, sehingga frekuensi kunjungan masih relatif terbatas.

Dengan basis pelanggan yang besar, mencapai sekitar 4,2 juta member, dan kualitas produk yang terjaga serta sertifikasi halal dan standar food safety yang tinggi, Harvest melihat peluang untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan. “Artinya, frekuensi kunjungan masih relatif terbatas. Padahal, Harvest memiliki basis pelanggan yang besar, dengan sekitar 4,2 juta member,” ujar Sylvia.

Transformasi gerai akan dilakukan secara bertahap, dengan penyesuaian desain interior dan konsep toko. Beberapa gerai besar akan dijadikan flagship store di wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Surabaya, dan Bandung. Outlet yang lebih kecil akan menerapkan pendekatan perubahan konsep yang lebih sederhana.

Pengembangan produk difokuskan pada ‘daily enjoyment’ atau pengalaman menikmati produk Harvest dalam keseharian. Hal ini diwujudkan dengan penambahan produk yang lebih mudah dinikmati kapan saja, seperti roti, cokelat dalam ukuran kecil, serta berbagai pilihan minuman dan kopi. Harvest juga memiliki chef khusus yang menangani pengembangan produk beverage.

Untuk kategori cake, Harvest tetap mempertahankan produk identitasnya seperti cake cokelat dan cheesecake. Namun, dikembangkan pula cake dengan karakter lebih ringan dan tidak terlalu manis, dengan topping buah. Produk ini telah diluncurkan sejak tahun lalu dan resepnya diperbaiki sekitar tiga bulan lalu agar teksturnya lebih lembut.

Salah satu produk baru yang menjadi bagian dari rebranding adalah ‘crombol’, perpaduan antara croissant dan bomboloni. Crombol tersedia dalam berbagai varian rasa manis dan gurih, serta dibuat dalam ukuran mini agar praktis untuk konsumsi sehari-hari. Produk ini saat ini hanya tersedia di outlet dengan konsep baru dan nantinya akan hadir di gerai-gerai baru Harvest.

Dalam enam bulan ke depan, Harvest menargetkan pembukaan enam toko baru, termasuk satu outlet di mal yang menjadi pilot project pertama dengan konsep tersebut. Ekspansi awal ini masih difokuskan di wilayah Jabodetabek. Pemilihan mal dilakukan untuk memperkenalkan lebih luas bahwa produk Harvest cocok untuk konsumsi sehari-hari, seperti roti yang dinilai memiliki peluang dibeli secara impulsif saat konsumen berjalan-jalan.

Berbeda dengan toko standalone, konsumen di mal lebih mudah menarik perhatian konsumen yang sedang lewat, sehingga lebih efektif untuk memperkenalkan produk roti mereka.