DailyFX.ID — Hong Kong Chamber of Commerce in Indonesia (HKCHAM Indonesia) resmi dibentuk dengan tujuan utama memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia, Hong Kong, dan Tiongkok Daratan, serta meningkatkan penetrasi pasar internasional.
“Misi HKCHAM Indonesia adalah terhubung melalui Hong Kong, terintegrasi dengan Tiongkok, dan berinvestasi di Indonesia,” ujar Chairman HKCHAM Indonesia, Suwito, dalam keterangan tertulis. Melalui platform ini, kamar dagang berupaya menghubungkan peluang di Indonesia dengan permodalan, layanan profesional, dan jejaring bisnis internasional Hong Kong, sekaligus memfasilitasi keterlibatan yang lebih erat dengan ekosistem bisnis Tiongkok Daratan.
HKCHAM Indonesia juga akan mendukung keselarasan strategis antara Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, inisiatif Go Global Hong Kong, dan Indonesia Emas 2045. Tujuannya adalah menerjemahkan arah kebijakan tersebut menjadi kemitraan komersial, peluang investasi, dan kerja sama bisnis yang konkret.
Suwito menambahkan, HKCHAM Indonesia berkomitmen menjadi platform praktis yang menghubungkan perusahaan, investor, penyedia jasa profesional, kamar dagang, dan institusi terkait pemerintah dengan peluang di Indonesia, Hong Kong, dan Tiongkok Daratan. “Tujuan strategisnya mencakup penguatan hubungan kelembagaan dan komersial, promosi peran Hong Kong sebagai super connector, peningkatan pemahaman mengenai prioritas bisnis, perdagangan, investasi, dan ekonomi digital Indonesia, serta fasilitasi kerja sama konkret antarpelaku usaha di kawasan,” papar Suwito pada acara yang diselenggarakan oleh HKCHAM Indonesia bersama Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta (HKETO Jakarta) dan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).
Investasi Hong Kong di Indonesia
Peresmian HKCHAM Indonesia pada 17 September 2026 dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Ali Murtopo Simbolon, ST, SSi., MM, MT, IPU. Deputi Ali menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kolaborasi khusus dengan Hong Kong untuk memperluas investasi.
Ia mencatat investasi Hong Kong di Indonesia pada tahun lalu telah mencapai US$10,6 miliar dan diprediksi akan kembali meningkat pada tahun ini. Indonesia memiliki 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mencakup sektor industri, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pemerintah bersama sektor swasta terus mendorong investasi baru melalui KEK dan kawasan industri. Danantara, misalnya, mengembangkan portofolio kawasan industrinya dari tujuh menjadi potensi 20 kawasan.
Sejalan dengan meningkatnya target investasi nasional, Pemerintah akan menempatkan KEK dan kawasan industri sebagai sarana penting untuk menarik modal dari Hong Kong dan pasar internasional. “Kami ingin memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan investasi Hong Kong di Indonesia,” kata Deputi Ali.
Acara peresmian dibuka dengan sambutan dari Suwito, Chairman HKCHAM Indonesia, dilanjutkan oleh Libera Cheng Ching-mon, Director-General Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta, serta Horasis Lung, Director of Indonesia Hong Kong Trade Development Council. HKCHAM Indonesia secara resmi memulai kegiatannya disaksikan oleh Chairman Suwito; tiga Vice Chairman, Kim Ho, Timothy Chang, dan Andrew Sutedja; serta Secretary-General Horasis Lung. Mereka menegaskan komitmen Kamar Dagang untuk memanfaatkan peran unik Hong Kong sebagai jembatan kerja sama dan pertukaran bisnis antara Tiongkok Daratan dan Indonesia, khususnya dalam memperkuat kerja sama keuangan, perdagangan, dan investasi.
“Pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apa yang dapat ditawarkan Hong Kong kepada Indonesia, atau apa yang dapat ditawarkan Indonesia kepada Hong Kong, melainkan apa yang dapat kita capai bersama,” tutur Chairman HKCHAM Indonesia Suwito. Vice Chairman HKCHAM Indonesia Kim Ho menambahkan, “Hong Kong memiliki peran khas dalam menghubungkan Tiongkok Daratan dan Indonesia melalui pasar keuangan internasional, jaringan perdagangan, dan keahlian profesional. Kami berharap semakin banyak perusahaan dan profesional Hong Kong berpartisipasi dalam pertumbuhan Indonesia serta membangun kemitraan jangka panjang di sini.”
Vice Chairman Timothy Chang menyampaikan penghargaan kepada Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta dan Hong Kong Trade Development Council atas dukungan yang diberikan. Sementara itu, Vice Chairman Andrew Sutedja menyatakan, “Hong Kong dan Indonesia memiliki sistem hukum, pengetahuan pasar, dan kapabilitas profesional yang saling melengkapi. Dengan menghubungkan kekuatan tersebut, kita dapat memberikan kejelasan dan keyakinan yang lebih besar bagi pelaku usaha dalam mengejar peluang lintas batas.”
Inisiatif Go Global Alliance
HKCHAM Indonesia berinisiatif membentuk Go Global Alliance. Aliansi ini dirancang sebagai inisiatif unggulan untuk mendukung agenda Go Global Hong Kong di Indonesia, dengan mempertemukan mitra kelembagaan dan komersial guna mengidentifikasi serta mengembangkan peluang bisnis dan investasi lintas batas.
HKCHAM Indonesia berencana meresmikan Go Global Alliance pada 3 Desember 2026. Peresmian pada September menjadi awal dari program keterlibatan yang lebih luas untuk memperkuat hubungan kelembagaan, mengidentifikasi bidang kerja sama komersial, dan menciptakan koneksi praktis di antara bisnis dan organisasi di Indonesia, Hong Kong, dan Tiongkok Daratan.
Program dilanjutkan dengan sesi fireside chat bertajuk “Mengapa Indonesia Merupakan Pasar dengan Potensi Investasi yang Besar”. Sesi ini menghadirkan Daniel Ginting, Managing Director, Legal & Compliance, Danantara Indonesia, dalam percakapan bersama Andrew Sutedja, Vice Chairman HKCHAM Indonesia. Diskusi ini merupakan bagian dari upaya Kamar Dagang untuk memberikan perspektif kepada dunia usaha mengenai lanskap investasi Indonesia dan peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi nasional.
Acara juga menampilkan diskusi panel bertajuk “Berbisnis di Indonesia: Perspektif Perusahaan Hong Kong”, yang berfokus pada pengalaman praktis perusahaan yang beroperasi di pasar Indonesia. Panel ini dimoderatori oleh Hugo Chan, Board Member HKCHAM Indonesia, dan menghadirkan Country Manager Indonesia Cathay Pacific Airways Tony Sham; President Director PT. Swire Investments Indonesia Ainsley Mann; Vice President INACHAM Hong Kong dan CEO PT. ELL Environmental Indonesia Pak Lam Brian Chan; serta Senior Vice President, Global Network Banking, HSBC Indonesia Stephen Kasima.
Ikuti DailyFX.ID
