— JAKARTA – IDstar, perusahaan konsultan Information and Technology (IT) di Indonesia, menjalin kolaborasi erat dengan Tencent Cloud guna mendukung kebutuhan transformasi cloud perusahaan di Tanah Air. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas kapabilitas IDstar dalam menyediakan layanan cloud migration dan managed cloud service bagi pelanggan enterprise, dengan dukungan penuh dari teknologi mutakhir Tencent Cloud.

Untuk memastikan keberhasilan proyek ini, IDstar telah mengerahkan hampir 200 profesional IT yang terdiri dari project manager, cloud architect, engineer, hingga tim quality assurance dan testing. Proses migrasi akan dilakukan secara bertahap melalui beberapa fase, disesuaikan dengan kebutuhan implementasi berskala enterprise.

CEO IDstar, Ferdinand Prasetyo, menyatakan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan visi dalam membantu pelanggan memanfaatkan teknologi yang memberikan dampak bisnis nyata. “Melalui kombinasi kapabilitas Tencent Cloud di bidang cloud dan AI dengan pengalaman IDstar dalam konsultasi, implementasi, otomatisasi, dan managed services, kami berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia mempercepat transformasi digital dan adopsi AI dengan lebih percaya diri,” ujar Ferdinand dalam keterangan persnya, Jumat (21/8/2026).

Kolaborasi strategis ini telah diwujudkan melalui keterlibatan IDstar dalam proyek migrasi cloud untuk salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Dalam proyek tersebut, IDstar dipercaya sebagai implementor utama untuk mendukung migrasi berbagai aplikasi dan workload penting ke platform Tencent Cloud.

Ferdinand menjelaskan, “Proses migrasi juga mencakup penyesuaian sistem dan integrasi agar perpindahan ke cloud baru dapat dilakukan secara terencana dengan tetap menjaga kelangsungan operasional bisnis.”

Ke depannya, IDstar dan Tencent Cloud akan terus melanjutkan kolaborasi berdasarkan kebutuhan pelanggan. Fokus utama akan diberikan pada layanan cloud migration dan managed cloud service untuk sektor telekomunikasi, BFSI (Banking, Financial Services, and Insurance), manufaktur, dan sektor enterprise lainnya. “Peluang pengembangan layanan seperti CDN, AI, dan infrastruktur cloud juga akan terus dieksplorasi sesuai dengan kebutuhan implementasi,” pungkas Ferdinand.