— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026), IHSG tercatat melemah 44,28 poin atau 0,69% ke level 6.365.

Sektor transportasi menjadi penggerak utama dengan kenaikan 6,21%, sementara sektor barang konsumen primer mengalami penurunan terdalam sebesar 1,37%. Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.320 hingga resistance 6.600.

Beberapa sentimen domestik dan global diperkirakan akan memengaruhi pergerakan IHSG. Dari dalam negeri, perkembangan terkait Bank Indonesia (BI) dan penantian pengumuman data FTSE menjadi sorotan. Secara global, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut menjadi perhatian.

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan tidak akan melancarkan serangan baru terhadap Iran, melainkan akan mengandalkan tekanan ekonomi. Iran saat ini menghadapi inflasi yang sangat tinggi mencapai 77% secara tahunan (YoY) dan kesulitan ekonomi akibat hancurnya kapasitas industri serta pembatasan ekspor minyak mentah oleh Amerika Serikat.

Pekan ini, pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang diproyeksikan mengalami penurunan. Data inflasi produsen (PPI Final Demand MoM dan YoY) juga diperkirakan menurun. Dari Eropa, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan yang akan dirilis pada 14 Agustus 2026 diperkirakan tidak menunjukkan perubahan, tetap di level 1% YoY.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Usulan ini disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (10/8/2026).

Destry Damayanti saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI, setelah sebelumnya menduduki posisi Deputi Gubernur Senior. DPR RI akan melanjutkan proses pencalonan Destry melalui uji kelayakan dan kepatutan sebelum memberikan persetujuan. Jika disetujui, Destry berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara permanen.

Pencalonan Destry dinilai positif oleh pasar karena dianggap dapat memberikan kepastian dan kontinuitas kebijakan moneter pasca pengunduran diri Perry Warjiyo. Pengalaman Destry di BI dan pasar keuangan dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menyikapi pergerakan pasar, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PTBA, MDKA, dan MYOR untuk strategi trading pada Selasa (11/8/2026).