DailyFX.ID — Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 55,7 poin atau 0,86% ke level 6.394,12. Di tengah pelemahan indeks, justru terdapat lima saham yang berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 20%, mendominasi daftar saham terlaris atau top gainers. Tiga di antaranya bahkan mencapai batas auto rejection atas (ARA).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi mencapai Rp 14,06 triliun dengan volume perdagangan 35,52 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,18 juta kali. Dari jumlah tersebut, 238 saham menguat, 363 saham melemah, dan 188 saham bergerak stagnan.
Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 turut terpengaruh pelemahan, dengan catatan penurunan sebesar 0,56%. Hampir seluruh sektor saham juga mengalami pelemahan pada penutupan sesi I. Sektor energi memimpin koreksi dengan ambruk 1,17%, diikuti sektor barang konsumsi primer (-0,84%), sektor barang baku (-0,75%), sektor kesehatan (-0,58%), dan sektor teknologi (-0,46%). Penguatan hanya terlihat pada sektor properti yang naik 1,5% dan sektor infrastruktur 0,62%.
Pergerakan indeks saham di Asia mayoritas juga cenderung negatif pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks Shanghai (China) anjlok 2,4%, Nikkei (Jepang) ambles 3,16%, dan Straits Times (Singapura) turun 0,28%. Hanya indeks Hang Seng (Hong Kong) yang mampu menguat tipis 0,09%.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75%, sesuai dengan prediksi pasar. Pasar juga mencermati arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Plt Gubernur BI, Destry Damayanti.
Selain itu, Pilarmas mengungkapkan keputusan FTSE yang menunda penambahan konstituen baru dari pasar modal Indonesia hingga Desember 2026 berpotensi menekan arus dana asing dan menjadi ujian bagi kredibilitas reformasi pasar modal Indonesia.
Saham Top Gainers
Di tengah tren pelemahan IHSG, lima saham berhasil mencatatkan lonjakan nilai lebih dari 20% dan memimpin daftar top gainers. Tiga di antaranya, yaitu PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA).
PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melesat 25% ke harga Rp 260. PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) melonjak 24,84% menjadi Rp 382, dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik 24,42% ke Rp 540. Saham lainnya yang masuk jajaran top gainers adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) yang menguat 23,64% ke Rp 68, serta PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang menanjak 20,41% ke Rp 472.
Sebaliknya, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menjadi saham teratas dalam daftar top losers setelah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan harga sahamnya ambrol 14,72% menjadi Rp 452. Saham lain yang juga masuk daftar top losers antara lain PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang jatuh 11,86% ke Rp 312, PT Tanscoal Pacific Tbk (TCPI) yang ambles 11,76% ke Rp 2.700, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) turun 10,69% ke Rp 234, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) terpangkas 9,5% ke Rp 162.
Ikuti DailyFX.ID
