— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 38,63 poin atau 0,6% pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (19/8/2026), terhenti di level 6.411,19. Perdagangan hari ini menunjukkan pergerakan indeks yang bervariasi, bergerak dalam rentang 6.373 hingga 6.490.

Meskipun mayoritas indeks terkoreksi, terdapat lima saham yang justru mencatatkan pertumbuhan nilai yang signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Beberapa di antaranya bahkan menyentuh batas auto rejection atas (ARA), menunjukkan lonjakan harga yang luar biasa.

Volume perdagangan pada sesi I tercatat sebanyak 21,43 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,34 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.309.140 transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 233 saham mengalami kenaikan, sementara 361 saham mengalami penurunan, dan 191 saham lainnya stagnan.

Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga turut melemah, dengan penurunan sebesar 0,29%. Hampir seluruh sektor saham juga menunjukkan tren pelemahan pada sesi I. Sektor energi memimpin koreksi dengan ambruk 1,17%, diikuti oleh sektor barang konsumsi primer (-0,84%), sektor barang baku (-0,75%), sektor kesehatan (-0,58%), dan sektor teknologi (-0,46%).

Sementara itu, penguatan hanya terlihat pada sektor properti yang naik 1,5% dan sektor infrastruktur yang menguat 0,62%.

Pergerakan negatif juga tercermin pada indeks saham Asia mayoritas pada sesi I. Indeks Shanghai (China) anjlok 2,1%, Nikkei (Jepang) ambles 2,92%, dan Straits Times (Singapura) turun 0,34%. Namun, indeks Hang Seng (Hong Kong) berhasil menguat tipis 0,21%.

Saham Top Gainers

Di tengah pelemahan IHSG, lima saham berhasil mencuri perhatian dengan kinerja positifnya. Harga saham-saham ini melonjak antara 16% hingga 24%.

Saham PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) menjadi sorotan utama setelah melonjak 24,84% hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), dengan harga saham mencapai Rp 382.

Saham lain yang juga mencatatkan kenaikan signifikan adalah PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang melonjak 22,96% ke level Rp 482, serta PT Buana Finance Tbk (BBLD) yang melesat 21,67% ke Rp 730.

PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 21,15% ke Rp 252. Sementara itu, PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) mencatat kenaikan 16,98% ke Rp 124.

Sebaliknya, saham PT Tanscoal Pacific Tbk (TCPI) menjadi salah satu top losers setelah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan harga saham ambruk 14,05% menjadi Rp 2.630.