— OCBC Sekuritas menilai bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mulai mengakumulasi saham-saham blue chip karena valuasinya yang sedang berada di level murah. Dari sejumlah saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, OCBC Sekuritas merekomendasikan tujuh pilihan saham, di antaranya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sekuritas tersebut memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencapai 7.800 pada akhir tahun 2026. Prediksi ini ditopang oleh proyeksi pertumbuhan laba emiten sebesar 10%.

OCBC Sekuritas mengamati bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan dalam menghadapi tantangan global. Di sisi lain, pemerintah terus mendorong belanja sosial, seperti program Bantuan Masyarakat Berpenghasilan (MBG), program 3 juta rumah, serta menggenjot investasi melalui Danantara yang bertujuan untuk mendorong hilirisasi industri.

“Melihat perkembangan itu, saatnya belanja saham. Apalagi, saham-saham blue chip Indonesia di IDX30 dan MSCI kini undervalued alias diperdagangkan di bawah harga wajar,” tulis OCBC Sekuritas, dikutip Rabu (19/8/2026).

Sektor dan Saham Pilihan

OCBC Sekuritas menetapkan tiga sektor pilihan utama, yaitu perbankan, multisector, dan konsumer serta ritel. Di sektor perbankan, pilihan utama OCBC Sekuritas jatuh pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selanjutnya, di sektor multisector, nama PT Astra International Tbk (ASII) menjadi pilihan karena memiliki neraca keuangan yang kuat, prospek peningkatan total pengembalian saham, dan kepemimpinan pasar yang solid. Sementara itu, di sektor konsumer dan ritel, terdapat tiga saham pilihan, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Rekomendasi Beli dan Target Harga

OCBC Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BBCA, BMRI, BBNI, ASII, ICBP, AMRT, dan MAPI. Target harga yang ditetapkan masing-masing adalah Rp8.500 untuk BBCA, Rp5.500 untuk BMRI, Rp4.800 untuk BBNI, Rp7.000 untuk ASII, Rp10.000 untuk ICBP, Rp2.200 untuk AMRT, dan Rp1.800 untuk MAPI. Potensi keuntungan (cuan) dari masing-masing saham tersebut diprediksi berturut-turut sebesar 34%, 32%, 34%, 47%, 30%, 61%, dan 20%.