— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Indeks tercatat naik 107,4 poin atau 1,68% ke level 6.501,5.

Pergerakan positif ini didukung oleh mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 480 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 196 saham turun, dan 287 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 14,9 triliun.

Seluruh sektor saham yang ada di bursa mengakhiri perdagangan dengan catatan hijau. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan lonjakan mencapai 3,46%. Diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,16%, sektor perindustrian 2,15%, dan sektor barang konsumen primer 1,98%.

Sektor keuangan juga memberikan kontribusi positif dengan penguatan 1,49%, disusul sektor teknologi sebesar 1,4% dan sektor energi 1,26%. Sektor properti menguat 1,21%, kesehatan 0,98%, transportasi 0,64%, dan infrastruktur 0,17%.

Beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45 juga menunjukkan performa apik. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 10,7% dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 7,9%.

Lebih menggembirakan lagi, terdapat enam saham yang berhasil menyentuh batas atas Auto Rejection Atas (ARA) pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut adalah TRUK, KIJA, ALKA, COIN, JARR, dan FUJI.

Saham-saham lain juga mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) bahkan melesat antara 24% hingga 31%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG sejalan dengan tren positif bursa saham Asia dan Wall Street. Pelaku pasar tampaknya cenderung mengabaikan risalah rapat The Fed yang mengindikasikan adanya pejabat yang mulai mendukung kenaikan suku bunga.

Menurut Pilarmas, penurunan yield obligasi terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk meredakan tekanan dari gejolak pasar obligasi. Departemen Keuangan AS secara signifikan meningkatkan operasi pembelian kembali (buyback) surat utang, yang berhasil meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya pinjaman yang sebelumnya membebani pasar saham global.

Selain pergerakan obligasi AS, Pilarmas juga menyoroti keputusan bank sentral China yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) tidak berubah. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pasar.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya volatilitas global akibat konflik di Timur Tengah. BI juga mempertahankan sasaran inflasi 1,5%-3,5% untuk 2026 dan 2027, sembari tetap mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pada hari yang sama, beberapa saham tercatat memberikan keuntungan besar bagi investor. PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) melesat 31,25% menjadi Rp 84, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melonjak 25% ke level Rp 775, dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 24,8% menjadi Rp 206.

Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) juga meningkat 24,8% ke harga Rp 4.020, sementara PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terangkat 24,8% menjadi Rp 880.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami koreksi tajam. PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) longsor 12,5% ke Rp 3.490, PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) ambles 10% menjadi Rp 27, dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) jatuh 9,6% ke Rp 5.150.

Saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) terkoreksi 9,3% ke Rp 272, dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turun 8,8% menjadi Rp 62.