DailyFX.ID — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memposisikan diri sebagai hub industri strategis di Asia Tenggara, khususnya dalam memperkuat peluang investasi dan kolaborasi antara Indonesia dan China. Melalui inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP), kerja sama ini bertujuan untuk memperluas konektivitas industri, memperkuat rantai pasok, serta memfasilitasi business matching antara pelaku usaha kedua negara.
Momentum ini dimanfaatkan dengan partisipasi KEK Industropolis Batang dalam pameran China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) ke-26 yang diselenggarakan pada 8-11 September 2026. Ajang internasional ini menjadi platform penting untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada investor global dan menjajaki kemitraan strategis baru.
Ali Murtopo Simbolon, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan bahwa hubungan ekonomi Indonesia-China kini berfokus pada kerja sama yang lebih konkret. Area prioritas mencakup perluasan investasi dan perdagangan, pengembangan kawasan industri, serta penguatan rantai pasok bilateral.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana Sukma, menambahkan bahwa kawasan ini menawarkan peluang kolaborasi yang luas bagi pelaku industri dari China. “Melalui Two Countries Twin Parks, KEK Industropolis Batang hadir sebagai jembatan yang menghubungkan investasi, industri, dan rantai pasok Indonesia-China,” ujar Angga dalam keterangannya pada Senin (14/9/2026).
Angga menjelaskan bahwa Industropolis Batang tidak hanya disiapkan sebagai lokasi produksi, tetapi juga sebagai ekosistem industri terintegrasi. Ekosistem ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, memfasilitasi koneksi dengan mitra strategis, serta memberikan akses ke pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Berlokasi di Jawa Tengah, KEK Industropolis Batang memiliki luas 4.300 hektare dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan ini memiliki keunggulan konektivitas melalui Jalan Tol Trans-Jawa, jalan nasional pantura, jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara.
Pengembangan dry port terintegrasi juga menjadi fokus untuk memperkuat konektivitas logistik, baik untuk rantai pasok domestik maupun pasar ekspor.
Ekosistem industri di Industropolis Batang diarahkan untuk mendukung berbagai sektor, termasuk kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, energi terbarukan, elektronik, manufaktur mutakhir, serta industri digital dan komunikasi.
Selain fasilitas industri, kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area komersial, hunian, perhotelan, fasilitas meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE), pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai fasilitas gaya hidup.
Dari aspek keberlanjutan, Industropolis Batang telah meraih sertifikasi Greenship Neighborhood V1.1 Platinum.
Melalui inisiatif TCTP dan partisipasi di CIFIT 2026, KEK Industropolis Batang berupaya secara aktif mempromosikan investasi, mempererat kerja sama industri, mengembangkan rantai pasok, serta memfasilitasi business matching. Strategi ini juga bertujuan untuk memperkuat peran kawasan sebagai penghubung utama bagi perusahaan China yang ingin berekspansi ke Indonesia dan pasar Asia Tenggara.
Ikuti DailyFX.ID
