— Pemerintah Jerman menyatakan kesiapannya untuk memperluas kerja sama sektor pertahanan dengan Indonesia. Salah satu bentuk penguatan kerja sama tersebut mencakup potensi penambahan unit pesawat angkut militer Airbus A400M. Pesawat ini diharapkan dapat memperkuat jajaran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste, menyampaikan hal ini saat ditemui di sela-sela KTT ASEAN Think Tanks ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Ia mengonfirmasi bahwa tawaran kerja sama ini melibatkan pesawat angkut serbaguna buatan konsorsium Eropa, Airbus A400M.

Beste menegaskan bahwa kepastian dan waktu penandatanganan kontrak pengadaan baru sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Indonesia. “Itu tentu menjadi harapan kami, tetapi hal tersebut bergantung pada negosiasi bilateral. Namun, sudah ada tawaran dan kami bersedia meningkatkan kerja sama di bidang militer,” ujar Ralf Beste.

Langkah ini sejalan dengan upaya negara-negara Eropa untuk memperkuat kemitraan sektor keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN, khususnya Indonesia. Hal ini juga mencerminkan dinamika hubungan geopolitik yang semakin erat antara Eropa dan Asia Tenggara, di mana negara-negara Eropa secara aktif memperluas kehadiran serta kemitraan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Spesifikasi Teknis dan Kapabilitas Airbus A400M

Indonesia sebelumnya telah menerima dua unit pesawat A400M Atlas berdasarkan kontrak pembelian yang disepakati pada tahun 2021. Unit pertama tiba pada akhir November 2025, disusul unit kedua yang mendarat pada Maret 2026. Pesawat berdimensi panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter ini dirancang untuk menjalankan misi angkut berat maupun logistik taktis.

Kapabilitas utama pesawat ini meliputi kapasitas angkut yang mampu membawa beban hingga 37 ton, setara dengan dua unit truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 780 km/jam dengan daya jelajah mencapai 8.710 kilometer.

Lebih lanjut, Airbus A400M dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling), memberikan fleksibilitas tinggi dalam berbagai misi operasional. Modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara menjadi fokus strategis Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah udara dan mendukung operasi kemanusiaan di negara kepulauan. Kedatangan dua pesawat Airbus A400M Atlas pada kurun 2025–2026 melengkapi armada angkut berat TNI AU yang sebelumnya mengandalkan C-130 Hercules.