DailyFX.ID — JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan langkah strategisnya dalam ekspansi bisnis infrastruktur digital melalui pembangunan sistem kabel laut sepanjang sekitar 6.870 kilometer. Proyek yang dinamakan Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System) ini akan menghubungkan 14 titik pendaratan di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan SGI Cable System merupakan hasil kerja sama konsorsium yang melibatkan INET, PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI), Nokia, PT Sarana Global Indonesia (SGI), dan NTT Group melalui Weave. Nota kesepahaman (MoU) resmi diteken di Singapura pada 23 September 2026, dengan target tahap Ready for Service (RFS) pada akhir 2028.
Langkah ini menjadi krusial bagi INET untuk memperbesar eksposur bisnisnya di sektor infrastruktur konektivitas, terutama setelah perseroan menjadi pemegang saham mayoritas di SGI. Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa kepemilikan mayoritas SGI adalah langkah strategis untuk memperkuat bisnis kabel laut perseroan.
“Dengan dukungan mitra-mitra konsorsium, kami membangun infrastruktur kabel laut yang memenuhi kebutuhan kapasitas Grup INET yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang kami kembangkan,” ujar Muhammad Arif dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).
Jaringan Kabel Laut Lintas Wilayah Indonesia
SGI Cable System dirancang untuk menghubungkan 14 titik pendaratan vital yang membentang dari barat hingga timur Indonesia. Jaringan ini akan mencakup kota-kota besar seperti Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong.
Dengan konfigurasi ini, SGI Cable System akan menjadi salah satu infrastruktur utama yang mengintegrasikan konektivitas wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia dalam satu sistem kabel laut. Sistem ini memiliki 16 pasang serat optik dengan kapasitas mencapai 25 Terabit per detik (Tbps) dan usia desain hingga 25 tahun.
Menopang Ekonomi Digital Indonesia
Pembangunan kabel laut ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan mengantisipasi lonjakan trafik data yang terus meningkat. Pertumbuhan pusat data, komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta layanan digital lainnya membutuhkan kapasitas jaringan yang masif dan koneksi antarpulau yang andal.
Oleh karena itu, infrastruktur kabel laut menjadi tulang punggung penting dalam menopang perkembangan ekonomi digital Indonesia yang pesat.
Peran Masing-Masing Anggota Konsorsium
Direktur Utama SGI, Bastian Sembiring, menjelaskan bahwa SGI memiliki rekam jejak panjang dalam layanan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel laut. Melalui proyek ini, SGI memperluas kapabilitasnya menjadi pemilik sekaligus operator sistem kabel laut.
“Dengan pengalaman penggelaran dan pemeliharaan kabel laut sejak tahun 2000, kami memahami kebutuhan dan tantangan pembangunan infrastruktur kabel laut di Indonesia. Bersama konsorsium, pengalaman tersebut kami gunakan untuk membangun sistem yang melayani kebutuhan internal grup dan pertumbuhan kebutuhan pasar,” tutur Bastian.
Dalam konsorsium ini, SGI, yang 60% sahamnya dimiliki INET, berperan sebagai pengembang dan pelaksana penggelaran sistem. INET, sebagai pemegang saham mayoritas SGI, akan menjadi pengguna utama kapasitas kabel laut yang dibangun.
FiberHome ditunjuk sebagai mitra teknologi sekaligus pemasok sistem kabel laut. Perusahaan ini menargetkan seluruh material pembangunan SGI Cable System tiba di Indonesia sekitar September 2027. Chief Executive Officer PT FiberHome Technologies Indonesia, Jason Lin, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung proyek sesuai jadwal dengan standar kualitas yang dipersyaratkan.
Nokia akan menyediakan teknologi jaringan optik berkapasitas tinggi yang diproyeksikan untuk menopang kebutuhan trafik data yang meningkat seiring perkembangan AI, komputasi awan, dan pusat data. Presiden Direktur Nokia Indonesia, Dinesh Ganwani, menyatakan dukungan penuh Nokia melalui teknologi jaringan optik canggih.
Bagi Surge, pembangunan SGI Cable System merupakan bagian krusial dalam memperkuat kapasitas jaringan untuk ekspansi layanan broadband. Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Hendrik Tee, menekankan bahwa konektivitas antarpulau yang andal adalah fondasi bagi perluasan layanan internet terjangkau Surge.
“Partisipasi kami dalam konsorsium ini memastikan ketersediaan kapasitas jaringan tulang punggung untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga di seluruh Indonesia,” ujar Hendrik.
NTT Group melalui Weave (PT Integrasi Jaringan Ekosistem) turut berpartisipasi sebagai mitra jaringan tulang punggung dan distribusi kapasitas. Weave merupakan perusahaan patungan antara Surge dan NTT East. Direktur PT Integrasi Jaringan Ekosistem, Yasuyuki Nagae, menyampaikan bahwa pengalaman teknis dan operasional NTT akan digunakan untuk mendukung pengembangan konektivitas di Indonesia.
“Melalui Weave, NTT Group membawa pengalaman teknis dan operasional jaringan untuk mendukung konektivitas Indonesia. SGI Cable System akan melengkapi jaringan serat optik darat Weave sehingga konektivitas berkualitas dapat menjangkau pulau-pulau dari barat hingga timur,” kata Yasuyuki.
Mesin Pertumbuhan Baru bagi INET
Proyek SGI Cable System menegaskan arah INET untuk tidak hanya menjadi penyedia layanan konektivitas, tetapi juga memperbesar kepemilikan dan kontrol atas infrastruktur jaringan. Kepemilikan 60% saham SGI memberikan INET eksposur langsung terhadap pengembangan infrastruktur kabel laut.
Dengan peran ganda sebagai pengguna kapasitas sekaligus pemegang saham mayoritas, INET berpotensi meraih manfaat dari pertumbuhan kebutuhan kapasitas jaringan dalam jangka panjang. Pembangunan kabel laut ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas data di Indonesia, terutama untuk mendukung pusat data dan layanan berbasis AI yang membutuhkan jaringan berkapasitas besar dan keandalan tinggi.
SGI Cable System tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang untuk melayani pertumbuhan kebutuhan pasar. Konsorsium menargetkan sistem kabel laut sepanjang 6.870 km ini siap beroperasi pada akhir 2028, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas digital lintas pulau dan menambah kapasitas infrastruktur telekomunikasi nasional.
Ikuti DailyFX.ID
