DailyFX.ID — JAKARTA – PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berencana mengarahkan ekspansi bisnisnya pasca-aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue ke sektor entertainment dan kecerdasan buatan (AI). Aksi korporasi ini diproyeksikan akan dilaksanakan pada September atau Oktober 2026, menggunakan basis laporan keuangan audited periode Juni 2026.
Presiden Direktur IRSX, Subianto Jingga, menyatakan bahwa sebagian besar dana yang terhimpun dari rights issue akan dialokasikan untuk penguatan lini bisnis entertainment dan AI. Ia menjelaskan bahwa sektor entertainment memerlukan modal yang signifikan, seperti penyelenggaraan konser yang bisa mencapai triliunan rupiah, atau industri sepak bola yang juga membutuhkan dana besar, terutama mengingat Indonesia akan menjadi tuan rumah berbagai ajang.
Oleh karena itu, IRSX berambisi untuk memperbesar skala bisnis entertainment mereka dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan segmen AI. Salah satu produk AI yang akan segera dirilis adalah Iklan Rakyat, yang ditujukan untuk segmen business-to-customers (B2C) dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Subianto berharap Iklan Rakyat dapat menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM. Dengan produk ini, UMKM dapat dengan mudah membuat materi promosi produk mereka, mulai dari mengambil foto hingga memilih tampilan yang diinginkan, baik dalam format video maupun gambar. “Jadi, ini yang menjembatani supaya namanya Iklan Rakyat yang harganya cuma Rp30-100 ribu, tapi semua orang bisa menjangkau,” tutur Subianto.
Dalam rencana rights issue, IRSX akan menerbitkan sebanyak 12.390.094.754 saham baru dengan nilai nominal Rp15 per saham, yang akan mewakili 66,67% setelah aksi ini. Bersamaan dengan itu, akan diterbitkan pula 1.858.514.214 Waran Seri II. Setiap 100 saham baru hasil rights issue akan mendapatkan 15 Waran Seri II, di mana setiap waran dapat ditukar dengan satu saham IRSX. Harga pelaksanaan rights issue akan ditentukan kemudian.
PT Matra Tri Abadi (MTA) akan bertindak sebagai standby buyer dalam pelaksanaan rights issue ini, menyusul posisinya sebagai pengendali baru perseroan. Kepastian MTA sebagai standby buyer ini sekaligus menepis rumor mengenai masuknya Arsari Group dalam aksi korporasi tersebut.
Manajemen IRSX akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 24 September 2026. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang namanya tercatat pada 1 September 2026. “Dewan Komisaris dan Direksi perseroan berkeyakinan rencana penambahan modal ini merupakan pilihan yang terbaik bagi perseroan dan pemegang saham. Karena itu, diusulkan kepada para pemegang saham untuk menyetujui rencana transaksi dalam RUPSLB,” tulis manajemen IRSX.
Tiga Sumber Pendapatan Utama IRSX
Subianto menjelaskan bahwa Folago memiliki tiga mesin pendapatan utama (revenue stream) yang terdiri dari media commerce, entertainment, dan AI. Pada segmen media commerce, pendapatan berasal dari bisnis penjualan live commerce, penjualan produk, Folagogo, penjualan voucher restoran dan clippers, serta lumino user generated content (UGC).
Lumino UGC, yang berada di bawah media commerce, melayani para pemilik brand agar produk mereka viral dan terjual, dengan jaminan jumlah penonton yang banyak. Sementara itu, segmen entertainment mencakup layanan seperti Folaplay, Folapictures, dan Folapro yang bergerak di bisnis konser dan event.
Folago Entertainment sendiri merupakan kreator IRSX yang sering membagikan hadiah kepada penerima, yang kemudian dapat digunakan untuk menghadiri event offline yang diselenggarakan oleh para pemilik brand. Segmen ketiga yang menjadi sumber pendapatan IRSX adalah AI, meliputi AI Kita, Kreasi Kita, dan Iklan Rakyat. “Nah, iklan rakyat ini salah satu AI yang setelah rights issue bakal menjadi besar,” papar Subianto.
Ikuti DailyFX.ID
