DailyFX.ID — Tentara Israel kembali melancarkan gempuran intensif ke sejumlah desa di wilayah Lebanon selatan melalui serangan udara dan tembakan artileri pada Minggu, 9 Agustus 2026. Pesawat nirawak (drone) tempur militer Israel juga menjatuhkan munisi pembakar yang memicu kebakaran hebat di kawasan perkebunan warga.
Menurut sumber militer Lebanon, pesawat tempur Israel menyerang permukiman Mansouri, sementara unit artileri menembaki kawasan perbukitan Ali al-Taher, wilayah antara Zawtar dan Maifadoun, serta lahan pertanian di Mansouri dengan amunisi berat. Di tempat terpisah, sebuah drone Israel menjatuhkan bom pembakar hingga melalap area perkebunan dan perbukitan di Distrik Beqaa Barat, membentang dari Desa Niha hingga Kfar Houneh. Drone lainnya dilaporkan turut melepaskan bahan peledak di kawasan punggung bukit Ali al-Taher.
Petugas pemadam kebakaran setempat masih berjuang memadamkan kobaran api yang membakar vegetasi di tengah medan geografis yang sulit dijangkau.
Eskalasi ini terjadi di tengah kesepakatan kerangka kerja yang telah dicapai Lebanon dan Israel di Washington pada 26 Juni 2026. Kesepakatan tersebut memuat poin gencatan senjata menyeluruh dan pemulihan kendali tentara resmi Lebanon atas wilayah selatan, dengan syarat pelucutan senjata kelompok Hizbullah.
Meskipun pembahasan mekanisme pelaksanaan perjanjian tersebut sempat berlanjut di Roma pada 6–7 Agustus 2026, serangan dari pihak Israel ke wilayah Lebanon dilaporkan masih terus berlangsung hampir setiap hari. Kehadiran militer Israel yang masih bertahan di wilayah Lebanon selatan memaksa mayoritas penduduk lokal meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Wilayah perbatasan antara Israel dan Lebanon selatan telah lama menjadi titik panas konflik geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi militer di kawasan ini meningkat signifikan seiring berlanjutnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah, organisasi paramiliter Syiah yang berbasis di Lebanon dan didukung oleh Iran.
Hizbullah kerap menggunakan kawasan perbukitan dan perbatasan selatan sebagai basis pertahanan serta peluncuran roket ke wilayah Israel utara. Konflik terbuka di wilayah ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal, merusak infrastruktur sipil, dan memicu krisis kemanusiaan akibat gelombang pengungsian massal warga Lebanon.
Meskipun upaya diplomasi internasional, termasuk kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat, terus mendorong gencatan senjata serta penyerahan kendali keamanan penuh kepada militer resmi pemerintah Lebanon, implementasi di lapangan kerap terhambat oleh pelanggaran batas wilayah dan saling balas serangan di sepanjang perbatasan.
Ikuti DailyFX.ID
