— JAKARTA – Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 393,7 miliar pada perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026. Namun, aktivitas jual bersih (net sell) terjadi pada dua saham unggulan, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Berdasarkan data BEI yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell saham TPIA senilai Rp 244,7 miliar dari harga rata-rata pada sesi I. Total volume saham yang diperjualbelikan mencapai 110,4 juta saham.

Aksi jual bersih ini terjadi di pasar reguler saat harga saham TPIA mengalami pelemahan. Hingga berita ini ditayangkan, saham TPIA tercatat melemah 3,14% ke level Rp 2.160. Dalam sebulan terakhir, saham TPIA masih menguat 18,3%, namun secara year to date (ytd), saham ini turun 69,1%.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa saham TPIA telah ditransaksikan sebanyak 428,6 juta saham dengan frekuensi 60,5 ribu kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 950 miliar. Posisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan pekan sebelumnya, Jumat (7/8/2026), di mana saham TPIA banyak dibeli oleh investor asing dengan net buy mencapai Rp 275,8 miliar.

Hal serupa juga terjadi pada saham BMRI, di mana investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 212,5 miliar berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi saham BMRI yang dijual asing mencapai 50,3 juta saham.

Aksi jual di pasar reguler ini berlangsung ketika harga saham BMRI melemah 1,18% ke level Rp 4.190. Dalam sebulan terakhir, saham BMRI tercatat menguat 3,7%, meskipun secara year to date (ytd), saham ini mengalami penurunan 17,8%.

Data IDX mencatat, sebanyak 80,2 juta saham BMRI telah ditransaksikan dengan frekuensi 24,3 ribu kali, menghasilkan nilai transaksi Rp 338,9 miliar. Aktivitas net sell asing pada BMRI ini melanjutkan tren dari perdagangan pekan sebelumnya, Jumat (7/8/2026), di mana saham BMRI juga banyak dijual asing dengan net sell mencapai Rp 60,4 miliar.