DailyFX.ID — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menjadi melemah pada penutupan sesi I perdagangan Senin (10/8/2026). Padahal, indeks sempat menguat di awal sesi. Pelemahan IHSG terjadi seiring pelaku pasar mencermati prospek suku bunga Amerika Serikat (AS) dan kondisi ekonomi domestik.
Pada akhir sesi I, IHSG tercatat turun 31,25 poin atau 0,49% ke level 6.378.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa pergerakan pasar global masih dipengaruhi oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut menunjukkan jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga turun 23.000 pada Juli, disertai revisi turun tajam terhadap data dua bulan sebelumnya.
“Kondisi tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September sekitar 44%, turun dari 67% sepekan sebelumnya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (10/8/2026).
Pilarmas menambahkan, pelaku pasar selanjutnya mengalihkan perhatian pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Di sisi lain, Pilarmas menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi perhatian. Pasar memantau perkembangan hubungan AS dan Iran serta risiko pasokan energi setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco.
Daya Beli Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, Pilarmas menyebutkan bahwa sentimen IHSG hari ini turut dipengaruhi perkembangan ekonomi domestik. Survei Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya.
“Meski masih berada di zona optimistis karena berada di atas level 100, penurunan tersebut mengindikasikan adanya pelemahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi rumah tangga,” papar Pilarmas.
Lebih lanjut Pilarmas mengatakan, penurunan IKK juga tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun menjadi 107,9 dari 109,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) menjadi 125,7 dari 126,4.
Di tengah kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, sejumlah saham justru bergerak menguat pada sesi pertama. Saham GIAA, STAR, GMFI, ROCK, dan SULI tercatat sebagai penguat terbesar.
Sebaliknya, saham TGUK, VOKS, ADES, INPS, dan FORU menjadi kelompok saham dengan penurunan terbesar.
Untuk perdagangan sesi II, Pilarmas merekomendasikan saham ESSA dengan rating BUY. “ESSA memiliki level support 640 dan resistance 705,” tutup Pilarmas.
Ikuti DailyFX.ID
