DailyFX.ID — Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung, salah satu ruas krusial dalam pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di Sumatra Selatan, terus digenjot. Fokus utama saat ini adalah percepatan penyelesaian Jembatan Musi V, yang merupakan bagian integral dari ruas sepanjang 69,19 kilometer tersebut.
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menjelaskan bahwa Jembatan Musi V memiliki peran strategis. Penyelesaiannya merupakan langkah penting untuk mewujudkan visi besar penyambungan tol dari Lampung hingga Aceh. Potensi trafik dan nilai ekonomi yang tinggi diharapkan akan meningkat pesat jika seluruh ruas tersambung.
“Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang–Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi. Tapi ini belum cukup, karena secara teori akan sangat bagus kalau bisa sampai ke Pekanbaru, sebab kalau Lampung sampai Pekanbaru itu tersambung, trafiknya akan langsung padat,” jelas Triono dalam keterangan rilisnya, Jumat (18/9/2026).
Kementerian PU menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol baru sepanjang 201,12 km dapat difungsionalkan pada semester II tahun ini. Ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Salah satu ruas yang masuk dalam target tersebut adalah Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati menambahkan, Jembatan Musi V telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026. Penyelesaian struktur utama ini menjadi tahapan penting untuk menuntaskan keseluruhan Jalan Tol Palembang–Betung.
“Jembatan ini merupakan struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter,” ujar Ni Komang.
Untuk memastikan aspek keselamatan dan kinerja jembatan terpantau, BPJT akan memasang Structural Health Monitoring System (SHMS) yang dilengkapi 100 unit sensor. Sistem ini akan memantau kondisi kesehatan struktur jembatan secara berkelanjutan.
Progres dan Investasi Tol Palembang-Betung
Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang 69,19 km yang terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada kuartal IV-2026, sementara Seksi 3 rampung pada kuartal I-2027. Hingga kini, progres pembangunannya telah melampaui 90%.
Proyek jalan tol ini menggunakan konfigurasi awal 2×2 lajur dan direncanakan dapat ditingkatkan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp14,98 triliun, dengan biaya konstruksi sekitar Rp13,90 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp390 miliar. Masa konsesi jalan tol ditetapkan selama 50 tahun.
Pakar infrastruktur perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai penyelesaian Jembatan Musi V akan membuka akses lebih luas untuk pengembangan jalan tol di Sumatera, terutama ke arah Jambi. “Yang pasti dengan adanya Jembatan Musi V akses jalan tol selanjutnya sebagai bagian dari Jalan Tol Palembang-Betung Tol Trans Sumatra kini bisa diakses. Setidaknya ketika selesai akan ada yang bisa difungsikan,” katanya kepada Investor Daily.
Yayat menambahkan, penyelesaian tol ini akan menghidupkan perekonomian wilayah sekitar dan menarik investor. “Setiap infrastruktur jalan tol akan memberikan keuntungan lebih baik bagi wilayah atau daerah yang disinggahinya. Di sisi lain, jalan tol ini akan menjadi pilihan bagi pengendara di luar jalan nasional Trans Sumatra,” pungkasnya.
Tantangan Pembebasan Lahan
Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan konstruksi adalah penyelesaian pembebasan lahan pada sejumlah titik yang berkaitan dengan akses masyarakat.
“Meskipun struktur utama Jembatan Musi V telah rampung, terdapat tujuh ruas jembatan kecil yang penyelesaiannya perlu berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga,” kata Sugeng.
Pada awal Juni 2026, Hutama Karya telah berkoordinasi dengan Bupati Banyuasin untuk membahas kendala pengadaan lahan di wilayahnya, khususnya pada Ruas Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 serta Ruas Betung–Tempino-Jambi Seksi 1. Kendala seperti Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung memerlukan dukungan berbagai pihak.
Hutama Karya memohon dukungan Pemkab Banyuasin untuk mempercepat penyelesaian permasalahan pengadaan lahan, yang krusial untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) JTTS.
Hingga Juni 2026, progres pengadaan lahan Jalan Tol Palembang-Betung mencapai sekitar 87,45%. Sementara itu, Ruas Betung Tempino–Jambi (170,7 km) mencatat progres konstruksi 59,47% dan pengadaan lahan 69,18%. Percepatan penyelesaian lahan menjadi faktor penting untuk kelancaran konstruksi.
Koordinasi untuk Kelancaran Pembangunan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, pemda, dan masyarakat dalam proses pembangunan, terutama terkait pembebasan lahan dan ganti rugi.
“Artinya soal ganti rugi, pembebasan lahan, jangan ada yang dirugikan,” kata Huda, seraya mendorong penguatan tata kelola dan mitigasi kendala. Komunikasi yang baik dengan semua pihak dinilai penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai kepentingan bersama.
Huda juga menyoroti keselamatan kerja dan mutu konstruksi dalam percepatan pembangunan Jembatan Musi V. “Mengutamakan keselamatan kerja dan mutu konstruksi. Akselerasi memang sangat kita perlukan, terlebih-lebih untuk masyarakat,” paparnya.
Ikuti DailyFX.ID
