— JAKARTA – Joysparks Group mengumumkan investasi sebesar Rp200 miliar untuk membangun ekosistem ritel yang terintegrasi. Perusahaan ini akan mengelola tiga lini bisnis utama: Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore. Targetnya adalah memiliki total 10 gerai hingga akhir tahun 2026.

Transformasi ini menandai babak baru bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Star Maju Sentosa. “Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang akan menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan, yaitu department store, supermarket, dan bookstore. Dengan terbentuknya Joy Spark Group, perusahaan ingin melakukan ekspansi secara lebih agresif. Perusahaan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp150–200 miliar per tahun untuk dua tahun ke depan,” ujar Finance Director Joysparks Group, Deddy Wongso, dalam acara peluncuran di Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (18/8/2026).

Deddy menjelaskan bahwa Joysparks Group memiliki agenda ekspansi agresif di seluruh lini bisnisnya. Perusahaan menargetkan jumlah gerai yang ada saat ini dapat dilipatgandakan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. “Artinya, setelah transformasi menjadi Joysparks, perusahaan memang membawa agenda pertumbuhan yang cukup agresif dan mulai berekspansi di luar Summarecon,” ungkapnya.

Rencana ekspansi Star Department Store mencakup pembukaan gerai baru di Bogor Great Mall. Sementara Happy Harvest Supermarket akan memperluas jaringan ke Bogor Great Mall, Summarecon Crown Gading, Summarecon Tangerang, dan The Hood di Summarecon Serpong. Dengan pengembangan ini, Joysparks Group akan mengelola 10 gerai yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bogor, hingga Makassar, dan diproyeksikan akan terus bertambah dalam 2-3 tahun mendatang.

Pertumbuhan di Tengah Tantangan Ekonomi

Deddy mengakui bahwa kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat saat ini menjadi tantangan. Namun, Joysparks Group menilai perusahaan masih mampu tumbuh di atas rata-rata dan belum merasakan dampak pelemahan daya beli secara masif. Transformasi menjadi Joysparks merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen dan perkembangan industri ritel.

“Saat ini, pusat perbelanjaan telah berkembang menjadi lifestyle destination yang menghadirkan pengalaman berbelanja melalui interaksi sosial, aktivitas komunitas, hiburan, hingga layanan digital yang terhubung dalam pengalaman omnichannel. Dalam lanskap industri yang semakin kompetitif, perusahaan melihat bahwa pengalaman pelanggan menjadi faktor pembeda yang semakin penting,” jelas Deddy.

Star Department Store: Fondasi Bisnis

Star Department Store menjadi fondasi perjalanan perusahaan sejak berdiri pada 13 Desember 2007. Dengan sasaran pasar menengah, department store ini menawarkan berbagai merek nasional dan internasional, serta private brand seperti Blanka, Blanka Teens, Blanka Curve, Blanka Mens, Youngstyle, Liels, Lolly & Noe, Bunny n Klin, Biutopia, dan Patchstudio by Bunny n Klin. Saat ini, Star Department Store beroperasi di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Bandung dengan total luas area 30.000 m².

Awalnya, model bisnis Star 100% berbasis konsinyasi. Seiring perkembangan basis pelanggan, ditemukan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. “Dari situlah perusahaan mulai mengembangkan private brand sendiri. Salah satu contohnya adalah kebutuhan fashion untuk perempuan bertubuh plus size, yang kemudian dijawab melalui private brand Kave dan Liaz. Star juga melihat adanya kebutuhan fashion untuk remaja yang berada di antara kategori anak-anak dan dewasa. Untuk itu, Star menghadirkan brand Teens,” kata Merchandising & Marketing Director, Lidya Kartawidjaja.

Seiring perubahan gaya hidup konsumen, Star memperluas kategori dengan menghadirkan produk sports, lifestyle, hingga Star Cafe. “Perkembangan kategori dan private brand tersebut merupakan bagian dari komitmen Star untuk terus bertumbuh mengikuti kebutuhan pelanggan,” ujar Lidya.

Happy Harvest Supermarket: Fokus Kualitas dan Loyalitas

Happy Harvest Supermarket, yang mulai beroperasi pada Januari 2024, berfokus pada produk segar berkualitas, perpaduan produk lokal dan impor, serta pengalaman berbelanja yang nyaman melalui layanan digital dan program loyalitas.

“Meski relatif baru, Happy Harvest kini telah berkembang menjadi empat gerai. Memang, bisnis supermarket memiliki tantangan berupa margin yang relatif tipis, tetapi memiliki peluang besar karena menjual kebutuhan primer yang dibutuhkan masyarakat secara rutin. Karena itu, strategi utama Happy Harvest adalah membangun loyalitas pelanggan, sehingga pelanggan memiliki alasan untuk terus kembali berbelanja,” kata Direktur Happy Harvest Supermarket, Meshvara Kanjaya.

Sebagai supermarket lokal, Happy Harvest Supermarket sangat mengedepankan produk lokal. “Kami menjual biji kopi Nusantara dan teh dari berbagai daerah di Indonesia. Para pelanggan bisa memilih biji kopi yang disukai dan digiling sesuai tingkat kehalusan yang dipilih pelanggan,” tambah Meshvara.

Saat ini, Happy Harvest hadir di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, Summarecon Mall Bandung, dan Summarecon Bogor dengan total luas area 9.000 m².

Lintas Bookstore: Destinasi Budaya dan Gaya Hidup

Melengkapi portofolio, Joysparks Group akan segera menghadirkan Lintas Bookstore. Gerai ini dirancang sebagai destinasi budaya dan gaya hidup yang menghubungkan literasi, kreativitas, dan komunitas.

Selain koleksi buku lokal dan internasional dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin, Lintas Bookstore juga akan menawarkan koleksi vinyl, alat tulis, produk gaya hidup, minuman anggur, kafe & restoran, serta ruang untuk berbagai kegiatan komunitas. Gerai pertamanya dijadwalkan dibuka di Summarecon Mall Kelapa Gading pada akhir tahun 2026, disusul gerai kedua di The Hood, Summarecon Serpong, pada kuartal pertama 2027, menurut Direktur Lintas Bookstore, Andi Yuktipada.