DailyFX.ID — JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang semakin memperkuat reputasinya sebagai pusat industri masa depan melalui dua program komunikasi unggulan. Strategi ini berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan dampak positif bagi masyarakat serta industri nasional.
Dua program komunikasi tersebut adalah “The Shenzhen of Indonesia: Transforming Batang into Industrial Tech-Hub” dan PRIMA (Program Rintisan Industri Masa Depan) dengan tema “Communicating Resilience of the Future of Industry – Kawasan Industri Terpadu Batang”. Kedua inisiatif ini mendapat pengakuan dalam ajang PR of The Year 2026 yang diselenggarakan oleh SWA dan Majalah MIX Marcom Indonesia.
KEK Industropolis Batang meraih penghargaan kategori Creative Corporate Reputation melalui program “The Shenzhen of Indonesia: Transforming Batang into Industrial Tech-Hub”. Sementara itu, program PRIMA mendapatkan pengakuan dalam kategori ESG Campaign – The Best Outtakes. Penghargaan ini mencerminkan upaya kawasan dalam membangun komunikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memperkuat reputasi dan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, menyatakan bahwa komunikasi korporasi memegang peran strategis dalam membangun pemahaman publik mengenai transformasi kawasan dan arah pengembangan industri ke depan. “Bagi kami, komunikasi bukan sekadar menyampaikan apa yang dilakukan perusahaan, tetapi bagaimana membangun pemahaman, kepercayaan, dan keterhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, setiap program komunikasi kami upayakan untuk merepresentasikan transformasi kawasan sekaligus memberikan perspektif mengenai masa depan industri Indonesia,” kata Tanya dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Melalui narasi “The Shenzhen of Indonesia”, KEK Industropolis Batang mengusung visi transformasi kawasan menjadi salah satu pusat industri berbasis teknologi di Indonesia. Narasi ini bertujuan memperkenalkan potensi Batang sebagai kawasan yang menarik bagi investasi, didukung oleh pengembangan ekosistem industri, infrastruktur, dan konektivitas yang strategis.
Di sisi lain, program PRIMA merupakan bagian dari komitmen KEK Industropolis Batang untuk mengomunikasikan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Program ini menekankan keberlanjutan dan ketangguhan ekosistem industri sebagai elemen penting dalam perjalanan transformasi kawasan.
Tanya menambahkan bahwa perkembangan kawasan industri tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya membangun ekosistem berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kawasan berjalan beriringan dengan keberlanjutan dan penciptaan nilai bagi masyarakat. Komunikasi menjadi jembatan untuk menyampaikan proses tersebut secara transparan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, investor, masyarakat, media, dan seluruh mitra strategis,” tuturnya.
KEK Industropolis Batang memiliki luas sekitar 4.300 hektare yang terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah dan Indonesia. Kawasan ini berfokus pada sektor industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata, dengan tujuan menjadi ekosistem investasi yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Apresiasi dalam PR of The Year 2026 ini menjadi dorongan bagi KEK Industropolis Batang untuk terus menghadirkan komunikasi yang relevan dengan perkembangan kawasan. KEK Industropolis Batang juga berupaya memperkuat kolaborasi demi mewujudkan kawasan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, serta berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Ikuti DailyFX.ID
