— JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil meraih predikat terbaik dalam ajang Anugerah Layanan Investasi 2026. Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Kementan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam sektor investasi. Inisiatif ini sejalan dengan upaya transformasi layanan perizinan yang sedang digalakkan oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya kualitas layanan investasi sebagai salah satu faktor krusial dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Layanan investasi menjadi kunci untuk meningkatkan iklim investasi. Semua telah membantu kita dalam menjaga iklim investasi dan menarik investasi baik dalam maupun luar negeri yang ujungnya menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” ujar Rosan dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Rosan menyoroti tantangan penciptaan lapangan kerja yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai sekitar dua juta bayi lahir setiap tahun. “Kurang lebih dua juta bayi yang lahir setiap tahunnya di Indonesia. Setiap tiga tahun kita menciptakan negara Singapura. Jadi lapangan pekerjaan menjadi PR kita dan investasi menjadi salah satu program kita,” katanya. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk membangun optimisme dalam memperkuat iklim investasi nasional.

Sekretaris Kementerian Investasi/Sekretaris Utama BKPM, Rudy Salahuddin, menjelaskan bahwa Anugerah Layanan Investasi merupakan bagian dari evaluasi pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan terpadu satu pintu. Penilaian kinerja pelayanan investasi tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020.

Proses penilaian melibatkan tim lintas kementerian/lembaga dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mencakup penilaian mandiri, verifikasi, validasi, serta penilaian pemangku kepentingan. Dari 25 kementerian/lembaga yang dinilai, sebanyak 17 atau 68 persen memperoleh predikat sangat baik. “Dari hasil penilaian ini, kita perlu memperkuat pelayanan perizinan,” ujar Rudy.

Ia berharap penghargaan ini menjadi dasar pembinaan dan peningkatan kualitas pelayanan perizinan untuk mendukung penyelesaian hambatan berusaha. Mewakili Kementan, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Hermanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung iklim investasi di sektor pertanian. “Kami bersyukur Kementan dianugerahi penghargaan ini. Penghargaan ini harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Hermanto.

Hermanto menambahkan bahwa penguatan pelayanan investasi ini sejalan dengan langkah PVTPP dalam melakukan transformasi layanan perizinan pertanian. Digitalisasi dan penyederhanaan proses perizinan diharapkan dapat memberikan kepastian, kemudahan, serta meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk berinvestasi di sektor pertanian.