DailyFX.ID — JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan kinerja keuangan semester I-2026 yang diaudit dengan pertumbuhan signifikan. Perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 33,67 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis sebesar 340% dibandingkan dengan laba bersih Rp 7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan neto yang sangat substansial, mencapai Rp 926,45 miliar. Angka ini melesat 1.958% dari realisasi Rp 45 miliar pada periode Januari-Juni 2025. Pertumbuhan pendapatan INET utamanya didorong oleh pendapatan dari penyedia alih daya, yang mencapai Rp 782,86 miliar, sebuah pos yang tidak ada pada semester I-2025. Selain itu, pendapatan dari penyedia layanan internet juga melonjak tajam ke Rp 143,58 miliar, naik dari Rp 45 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Meskipun pendapatan tumbuh pesat, margin laba kotor INET mengalami penyusutan menjadi sekitar 13% di paruh pertama tahun ini. Hal ini disebabkan oleh tebalnya beban pokok pendapatan yang mencapai Rp 804,34 miliar. Sebagai perbandingan, margin laba kotor perseroan pada enam bulan pertama tahun lalu tercatat sekitar 37%.
Posisi kas dan setara kas INET per 30 Juni 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, yakni mencapai Rp 4,33 triliun. Angka ini melonjak 972% dari posisi per 31 Desember 2025. Pertumbuhan kas ini terutama disebabkan oleh aksi rights issue serta penerbitan obligasi dan sukuk yang berhasil diterima perseroan pada kuartal I-2025.
Total aset Sinergi Inti Andalan Prima per akhir Juni tahun ini tercatat sebesar Rp 6,11 triliun, meningkat drastis dari Rp 760,37 miliar pada 31 Desember 2025. Sejalan dengan peningkatan aset, liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan dari Rp 331,15 miliar di akhir Desember tahun lalu menjadi Rp 2,30 triliun per 30 Juni tahun ini.
Ikuti DailyFX.ID
