— JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan kinerja keuangan yang impresif untuk semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 275,26 juta, menandai kenaikan signifikan sebesar 791% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$ 30,88 juta.

Kenaikan laba ini diraih meskipun pendapatan perseroan hanya tumbuh sekitar 23% secara tahunan (year-on-year), dari US$ 1,14 miliar menjadi US$ 1,41 miliar pada semester I-2026. Salah satu faktor utama yang menopang lonjakan laba adalah membaiknya kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama, yang berubah dari rugi US$ 11,80 juta di semester I-2025 menjadi laba US$ 124,11 juta di semester I-2026.

Manajemen Medco Energi menjelaskan bahwa peningkatan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan produksi minyak dan gas, perbaikan harga minyak dunia, serta kontribusi penuh dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) setelah operasi smelternya berjalan optimal. Produksi minyak dan gas Medco Energi pada semester I-2026 mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), dengan porsi gas sekitar 72% dari total produksi. Capaian ini didukung oleh kinerja blok-blok migas perseroan, termasuk Blok Corridor, Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran di Thailand, proyek Bisat C di Oman, serta proyek Senoro Fase 2A.

CEO MedcoEnergi, Ronald Gunawan, menyatakan bahwa hasil semester pertama ini menunjukkan keandalan perseroan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi. “Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald dalam keterangan resmi.

Selain itu, Medco Energi juga telah menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) untuk Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia pada semester pertama 2026. Penunjukan sebagai operator di Malaysia menandai operasi produksi pertama perseroan di negara tersebut.

Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh, meningkat dari periode sebelumnya, berkat keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan beroperasinya PLTS Bali Timur. Energi terbarukan berkontribusi sekitar 25% dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi perseroan. Investasi pada Amman Mineral Internasional juga memberikan kontribusi positif berkat beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.

Medco Energi mempertahankan panduan kinerja 2026, menargetkan produksi minyak dan gas sebesar 165-170 mboepd, penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh, dan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah US$ 10 per barel setara minyak. Perseroan juga menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi US$ 450-475 juta untuk segmen minyak & gas bumi, serta hingga US$ 50 juta untuk segmen ketenagalistrikan, guna mendukung peluang pertumbuhan yang bernilai tambah.