— Dewan Pers menyatakan lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau adalah pahlawan pers. Peristiwa ini juga menjadi pengingat krusial mengenai pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan petugas setempat ketika bekerja di daerah berbahaya.

Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, pada Senin (21/9/2026) di Jakarta, mengapresiasi perjuangan para jurnalis tersebut. “Biasanya kita itu menikmati potret gambar, tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya. Nah, ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari, mendapatkan gambar terbaik,” ujarnya usai acara doa bersama untuk jurnalis yang hilang.

Komarudin menambahkan, insiden ini menjadi pengingat bagi media yang berencana melakukan liputan di area berisiko tinggi untuk senantiasa berkoordinasi dengan pihak berwenang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang terus berupaya dalam pencarian kelima jurnalis tersebut.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred), Retno Pinasti, menilai kelima jurnalis yang hilang saat bertugas di wilayah Anak Krakatau merupakan pejuang informasi di era kecerdasan buatan (AI). “Ini saya rasa adalah bentuk dedikasi paripurna bagi jurnalisme Indonesia, jurnalisme publik di era AI,” kata Retno dalam acara “Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis” yang diselenggarakan di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan untuk rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Gubernur Banten, Andra Soni, mengumumkan penutupan operasi SAR gabungan ini dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (17/9/2026) petang.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga jurnalis yang hilang, Firdaus Wajidi (Daus), yaitu Diki, mengaku telah mengikhlaskan kepergian kerabatnya. “Kami sesama jurnalis juga dan kebetulan keluarga juga, tentu mengikhlaskan kepergian keluarga kami ini,” ujar Diki dalam acara yang sama.

Meskipun telah mengikhlaskan, Diki menyatakan bahwa keluarga masih berharap Daus dapat ditemukan dalam kondisi apa pun. Ia juga menyampaikan terima kasih atas seluruh bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dan organisasi pers dalam proses pencarian sejak awal dinyatakan hilang. “Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan atau kesalahan dari keluarga kami,” tutup Diki.