DailyFX.ID — Dalam rangka memperingati Hari Tuli Sedunia yang jatuh setiap minggu terakhir bulan September, Maxim Indonesia menggandeng Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) untuk menyelenggarakan seminar edukatif di Jakarta. Acara bertajuk “Setara Berdaya: Peluang Tanpa Batas Bersama Maxim dan Gerkatin” ini bertujuan mendorong pemberdayaan, kemandirian ekonomi, serta kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli di Indonesia.
Lebih dari sekadar sesi edukasi, Maxim secara konkret membuka kesempatan kerja dengan mengundang anggota Gerkatin untuk mendaftar sebagai mitra pengemudi. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih inklusif.
Insentif Khusus dan Dukungan Operasional
Sebagai bentuk dukungan operasional, Maxim memberikan kebijakan potongan komisi khusus sebesar 1% bagi mitra pengemudi yang merupakan penyandang disabilitas. Selain itu, Maxim juga menyediakan stiker penanda khusus bertuliskan “Pengemudi Tuli” yang dapat dipasang pada kendaraan mitra. Hal ini ditujukan untuk mempermudah komunikasi antara mitra Tuli dan pengguna jasa, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri para mitra disabilitas saat bekerja.
Bimbingan teknis terkait penggunaan aplikasi pengemudi juga diberikan langsung untuk memastikan kelancaran operasional.
Sinergi Swasta, Komunitas, dan Pemerintah
Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen Maxim Indonesia, Development Director Dirhamsyah dan Regional Development Manager Deni Gustiawan Chandra. Turut hadir pula Pekerja Sosial Ahli Madya Kementerian Sosial Republik Indonesia Indra Gunawan, serta Ketua Umum DPP Gerkatin Wilma Redjeki.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang inklusif. “Maxim senantiasa mendukung lingkungan transportasi online yang inklusif dan ramah disabilitas, sesuai dengan tujuan kehadiran Maxim untuk memberikan akses transportasi online yang mudah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Gerkatin, Wilma Redjeki, mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini sebagai sarana peningkatan kesejahteraan bagi komunitas Tuli. “Kami menyambut baik inisiasi dari Maxim untuk menciptakan layanan yang ramah bagi komunitas Tuli. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi semua,” tuturnya.
Dukungan serupa disampaikan oleh Pekerja Sosial Ahli Madya Kemensos RI, Indra Gunawan. Menurutnya, sinergi ini memfasilitasi kemandirian ekonomi yang selaras dengan agenda pemerintah. “Kami mendukung penuh kolaborasi antara Maxim dan Gerkatin dalam membuka ruang aksesibilitas serta kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan hak dan kemandirian bagi seluruh warga negara, termasuk para teman Tuli,” ungkap Indra.
Inisiatif kolaborasi ini dilandasi oleh pentingnya kesetaraan hak disabilitas. Peringatan Hari Tuli Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran global mengenai hak-hak sipil, kemandirian, serta aksesibilitas fasilitas umum dan pekerjaan bagi komunitas Tuli. Penyandang disabilitas di Indonesia sering menghadapi hambatan struktural dalam mengakses pasar kerja formal. Kehadiran industri aplikasi gig economy membuka alternatif peluang usaha mandiri yang fleksibel dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Integrasi tenaga kerja disabilitas memerlukan penyesuaian teknis. Pemberian penanda khusus “Pengemudi Tuli” dan potongan komisi rendah (1%) menjadi bentuk adaptasi teknologi yang efektif untuk membangun pemahaman publik sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi mitra pengemudi Tuli.
Ikuti DailyFX.ID
