DailyFX.ID — JAKARTA – Deteksi dini kanker sangat krusial dalam menentukan kecepatan identifikasi penyakit. Dalam beberapa kasus, dua pasien yang didiagnosis menderita jenis kanker yang sama, misalnya kanker payudara, paru-paru, atau prostat, dan bahkan berada pada stadium penyakit yang serupa, bisa saja memerlukan pendekatan pengobatan yang sangat berbeda. Kondisi ini semakin kompleks seiring kemajuan ilmu onkologi.
“Dua pasien bisa saja datang dengan diagnosis yang sama. Setelah kita mencermati kankernya secara biologis dan gambaran klinis masing-masing individu, strategi pengobatan mereka bisa sangat berbeda. Langkah pertama adalah memastikan pasien ditangani oleh spesialis yang tepat, dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan tersebut dengan benar,” kata Konsultan Senior Onkologi Medis, OncoCare Cancer Centre Singapura, Dr. Kevin Tay dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dr. Kevin menjelaskan bahwa kemajuan dalam bidang onkologi telah mengubah cara pemahaman terhadap kanker. Selain jenis dan stadium yang tetap menjadi dasar, keputusan pengobatan kini juga mempertimbangkan karakteristik biologis tumor, penanda biologis (biomarker) spesifik atau profil genetik, lokasi penyebaran penyakit, kesehatan pasien secara keseluruhan, serta respons kanker terhadap pengobatan sebelumnya.
Libatkan Beberapa Disiplin Ilmu
Rencana pengobatan kanker umumnya melibatkan kolaborasi multidisiplin, termasuk onkologi medis, bedah, onkologi radiasi, radiologi, patologi, dan terkadang kedokteran nuklir atau konseling genetik. Masing-masing spesialis memberikan kontribusi unik dalam memahami gambaran penyakit secara utuh.
Di lingkungan rumah sakit umum, proses penanganan kanker seringkali bersifat fragmentasi. Pasien mungkin menemui satu spesialis, menunggu jadwal pemindaian, hasil patologi, dan kemudian kembali ke klinik untuk diskusi. Meskipun setiap langkah penting, rencana pengobatan yang disusun secara estafet dan tidak dirumuskan bersama dalam satu waktu dapat menyebabkan pengulangan tes dan perubahan rencana pengobatan di kemudian hari.
Dampak penanganan yang terfragmentasi ini dapat dirasakan pasien dari segi medis, finansial, maupun emosional. Rencana pengobatan yang terpisah cenderung kurang akurat dibandingkan evaluasi tim secara bersama-sama. Pasien juga bisa mengeluarkan biaya lebih untuk tes ulang, dan beban emosional akibat penantian antarproses menjadi sangat berat.
Diagnosis yang Tepat Menentukan Pengobatan Akurat
Pemahaman penyakit yang presisi sangat penting untuk pengobatan yang akurat. Patologi, pencitraan, pengujian reseptor, biomarker, dan pengujian molekuler atau genomik masing-masing memberikan informasi yang dapat mengubah keputusan pengobatan. Ini mencakup apakah pasien akan mendapat manfaat dari operasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi target, imunoterapi, terapi radiasi, atau kombinasinya.
Perawatan kanker yang dipersonalisasi bukan berarti setiap pasien membutuhkan semua tes. Ini berarti mengidentifikasi pemeriksaan yang relevan untuk pasien spesifik agar keputusan didasarkan pada informasi yang benar-benar penting. Meminta lebih banyak tes tidak sama dengan memahami kanker dengan lebih baik.
Diagnosis yang sama tidak selalu berarti perilaku penyakit yang sama, sehingga tidak selalu berarti pengobatan yang sama pula.
Bagi banyak pasien, masa tersulit dimulai setelah diagnosis kanker. Keinginan untuk segera memulai pengobatan sangat wajar. Kecepatan memang penting, tetapi tidak sama dengan terburu-buru.
Sebagian besar kanker berkembang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Untuk banyak jenis kanker, meluangkan waktu satu atau dua minggu untuk menyelesaikan tes yang diperlukan, mendapatkan masukan spesialis, dan merencanakan pengobatan dengan cermat, kecil kemungkinannya mengubah stadium kanker. Beberapa kanker agresif memang membutuhkan penanganan mendesak, yang harus ditentukan oleh spesialis.
Memulai pengobatan secepat mungkin tidak akan bermanfaat jika tindakan tersebut bukan pengobatan yang tepat, atau diberikan pada waktu dan urutan yang salah. Keputusan mengenai urutan tindakan medis, seperti bedah, kemoterapi, atau radiasi, bisa berdampak besar pada strategi pengobatan keseluruhan dan pilihan di masa depan.
Fokus utamanya adalah mengambil keputusan yang tepat secara efisien, berbekal informasi dan keahlian mumpuni, serta memastikan jalur pengobatan benar sejak awal. Beberapa tindakan medis tidak dapat dibatalkan atau diulang tanpa mempertaruhkan opsi dan peluang kesembuhan pasien di kemudian hari.
Oleh karena itu, tujuannya bukan sekadar memulai pengobatan secepat mungkin, melainkan memulai pengobatan yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam urutan yang benar.
Satu Pasien, Berbagai Perspektif
Untuk banyak kasus kanker, pengobatan yang ideal menuntut keahlian dari berbagai disiplin medis, terutama ketika urutan tindakan menjadi kunci keberhasilan.
“Di OncoCare, para dokter kami tidak hanya membawa pengalaman klinis bertahun-tahun, tetapi juga keahlian subspesialis pada jenis-jenis kanker spesifik. Untuk kasus yang rumit, Dewan Tumor (Tumour Board) multidisiplin kami akan mengumpulkan para spesialis terkait untuk bersama-sama membedah hasil pemeriksaan dan opsi terapi. Kolaborasi ini memastikan pasien mendapatkan tindakan yang tepat, di waktu yang tepat, dengan urutan yang benar,” ungkap Dr. Kevin.
Untuk terapi radiasi, OncoCare bermitra erat dengan para Ahli Onkologi Radiasi tepercaya dan bersubspesialisasi khusus dari Asian Alliance Radiation & Oncology (AARO). Melalui kolaborasi ini, pengobatan sistemik dan radiasi dapat direncanakan secara bersamaan dalam satu praktik, sehingga pasien tidak perlu repot mengatur jadwal dokter secara mandiri.
“Terapi radiasi saat ini sangat dipersonalisasi. Kami mempertimbangkan lokasi dan ukuran tumor, organ sehat di sekitarnya, tujuan pengobatan, dan bagaimana radiasi harus diintegrasikan dengan pengobatan lainnya. Itulah mengapa komunikasi lintas spesialisasi sangat penting ketika merencanakan pengobatan untuk setiap pasien,” kata Ahli Onkologi Radiasi, Asian Alliance Radiation & Oncology, Dr. Jonathan The.
Bagi satu pasien, operasi mungkin langkah pertama yang paling ideal, diikuti terapi sistemik. Namun bagi pasien lain, pemberian obat sebelum operasi justru memberikan hasil lebih baik. Di kondisi lainnya lagi, terapi radiasi mungkin memegang peranan utama atau dipadukan dengan metode lain.
“Semakin canggihnya dunia medis membuat pertanyaan krusialnya bukan lagi, ‘Apa obat yang paling baru?’ melainkan, ‘Pengobatan apa, atau kombinasi apa, dan dengan urutan seperti apa, yang paling tepat untuk pasien ini?” kata Dr. Jonathan.
Apa yang Dapat Dilakukan Pasien dan Keluarga
Hasil skrining yang abnormal bukanlah diagnosis kanker, dan sebagian besar temuan ternyata bukan kanker. Apabila kanker telah dikonfirmasi, langkah-langkah berikut ini wajar untuk dilakukan terlepas dari di mana pasien memilih untuk dirawat:
- Tanyakan apakah ahli onkologi yang menangani memiliki pengalaman khusus pada jenis kanker tersebut.
- Tanyakan apakah kasus tersebut telah ditinjau oleh lebih dari satu disiplin medis, dan apakah peninjauan tersebut dilakukan secara bersama-sama atau terpisah.
- Tanyakan pemeriksaan apa saja yang dilakukan dan keputusan apa yang hendak diambil dari masing-masing hasil pemeriksaan tersebut.
- Tanyakan bagaimana rencananya jika pengobatan pertama tidak memberikan respons yang diharapkan.
- Carilah second opinion (opini kedua) jika opsi pengobatan yang ditawarkan terasa sangat berbeda. Pastikan Anda membawa seluruh rekam medis yang lengkap: hasil pemindaian, patologi, dan laporan lab, agar dokter kedua dapat memberikan penilaian berdasarkan informasi yang sama persis.
Ikuti DailyFX.ID
