— Mark Zuckerberg, CEO Meta, resmi memperkenalkan jajaran perangkat keras pintar dan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru dalam gelaran tahunan Meta Connect di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan komitmen Meta untuk menghadirkan agen AI yang ramah konsumen sekaligus memperluas ekosistem perangkat sandang pintar.

Zuckerberg menyatakan optimismenya terhadap pengembangan AI, memilih untuk mendemokratisasi teknologi tersebut secara luas. “Kami percaya bahwa cara terbaik untuk menciptakan masa depan yang positif bagi semua orang adalah dengan memberikan kekuatan ke tangan masyarakat. Tujuan tertinggi dari superintelegensi adalah penciptaan dan penemuan, bukan otomatisasi semata,” tegas Zuckerberg.

Agen AI ‘Muse’ dan Gantungan Kunci Pintar ‘Muse Charm’

Salah satu pengumuman utama adalah agen AI bernama Muse, yang menjadi inti visi jangka panjang Meta. Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, menjelaskan bahwa Muse bukan sekadar chatbot biasa, melainkan agen AI personal yang mampu melakukan tindakan dan menyelesaikan tugas atas nama pengguna. Terintegrasi dengan mitra global seperti OpenTable, Spotify, dan Ticketmaster, Muse dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan, memesan restoran, membeli tiket acara, hingga belanja kebutuhan harian melalui perintah suara dan percakapan video.

Untuk mempermudah akses tanpa perlu memegang ponsel atau kacamata pintar, Meta juga mengumumkan Muse Charm, perangkat mungil seukuran telapak tangan berbentuk gantungan kunci. Perangkat ini dirancang untuk membawa seluruh kemampuan agen Muse dalam wujud yang ringkas dan dijadwalkan meluncur pada musim liburan akhir tahun ini.

Pembaruan Lini Kacamata Pintar Ray-Ban Meta

Meta turut memperluas varian kacamata pintarnya dengan meluncurkan beberapa model baru. Ray-Ban Meta Audio, varian kacamata fokus audio tanpa layar maupun kamera video, dirancang bagi pengguna yang ingin mendengarkan musik, melakukan panggilan telepon, serta berinteraksi dengan asisten AI. Produk ini dibanderol mulai dari US$ 349 dan tersedia mulai Oktober 2026.

Selain itu, diperkenalkan fitur Alat Bantu Dengar (Hearing Enhancement) yang tersertifikasi FDA untuk membantu pengguna dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang. Fitur ini dapat ditambahkan ke kacamata pintar yang kompatibel seharga US$ 150 atau melalui langganan Meta One. Ray-Ban Meta Generasi Ke-3 hadir dengan desain lebih tipis, bobot lebih ringan, daya tahan baterai lebih awet, serta pembaruan navigasi dan tampilan hologram personalisasi untuk panggilan video. Generasi baru ini dijual mulai dari US$ 449 dengan lebih dari 100 varian gaya.

Meta VR Glasses: Era Baru Realitas Maya Ringan Tanpa Headset Tebal

Inovasi paling radikal adalah Meta VR Glasses. Perangkat ini menandai pergeseran besar dari headset VR konvensional yang tebal menjadi kacamata ringan berbobot sekitar 100 gram, hampir lima kali lebih ringan dibandingkan Meta Quest 3. Perangkat ini terhubung melalui kabel ke komputasi eksternal (puck) untuk pemrosesan daya dan baterai.

Pengoperasiannya tidak lagi memerlukan pengontrol genggam, melainkan mengandalkan sensor pelacak mata (eye-tracking) serta gestur jemari dan perintah suara. Pengguna cukup melirik aplikasi yang diinginkan dan mencubit jari untuk membuka menu. Meta VR Glasses dibekali fitur hiburan dan produktivitas tingkat tinggi, termasuk pengalaman olahraga dan konser imersif, VR Enhanced Cinema yang mengubah lingkungan sekitar penonton menjadi dunia virtual 3D, ruang kerja virtual dengan proyeksi papan ketik dan banyak layar kerja, serta panggilan hologram realistis.

Meta VR Glasses dijadwalkan meluncur secara resmi pada musim semi 2027 dengan harga US$ 1.299 (sekitar Rp 23,2 juta). Pengumuman ini menegaskan komitmen panjang Mark Zuckerberg dalam mengalihkan pusat interaksi digital masyarakat dari ponsel pintar ke perangkat keras imersif (wearable AI). Meta berambisi membuktikan AI bukan sekadar alat bantu berbasis teks di layar komputer, melainkan asisten personal yang menyatu secara alami dengan aktivitas fisik harian manusia di masa depan.