DailyFX.ID — Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, telah mencapai kesepakatan damai dengan pemerintah negara bagian Amerika Serikat (AS) terkait tuduhan desain platform yang memicu kecanduan pada anak-anak. Kesepakatan yang masih menunggu persetujuan hakim ini akan mewajibkan Meta membayar denda yang sangat besar serta menerapkan pembatasan waktu layar dan fitur keamanan baru bagi pengguna remaja.
Kesepakatan ini mencakup beberapa poin utama yang bertujuan untuk melindungi pengguna muda dari dampak negatif media sosial. Meta diwajibkan untuk membayar hingga US$ 16,7 miliar atau setara Rp 296,5 triliun selama periode 10 tahun. Sebagian dari pembayaran tersebut, yaitu US$ 5 miliar, bergantung pada kesediaan platform pesaing untuk menandatangani kesepakatan serupa.
Selain itu, Meta juga akan membayar biaya hukum sebesar US$ 75 juta dan dana penyelesaian skandal data Cambridge Analytica senilai US$ 459 juta. Dana denda yang terkumpul akan dialokasikan untuk program kesehatan mental remaja, layanan krisis, kegiatan ekstrakurikuler, dan literasi digital.
Pembatasan Waktu dan Fitur Keamanan Baru
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah penerapan jam malam dan pembatasan waktu penggunaan harian untuk akun remaja. Akun remaja akan secara otomatis terkunci dari pukul 00.00 hingga 06.00 waktu setempat. Notifikasi juga akan dimatikan mulai pukul 22.00 hingga 07.00.
Penggunaan aplikasi Meta akan dibatasi maksimal dua jam per hari untuk remaja. Pembatasan ini tidak dapat diubah oleh remaja tanpa persetujuan orang tua. Meta juga akan membisukan notifikasi selama jam sekolah, yaitu antara pukul 08.00 hingga 15.00.
Perusahaan wajib menyediakan opsi umpan (feed) tanpa algoritma personalisasi, menyembunyikan jumlah ‘like’, serta melarang penggunaan filter operasi plastik. Langkah-langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan sosial dan perbandingan diri yang seringkali berdampak negatif pada kesehatan mental remaja.
Verifikasi Usia Ketat dan Pengawasan Orang Tua
Meta diberi waktu satu tahun untuk menerapkan sistem verifikasi usia dengan tingkat akurasi tinggi, dengan toleransi kesalahan maksimal 3% hingga 10%. Akun baru yang tidak terverifikasi dalam 14 hari akan otomatis dikategorikan sebagai akun remaja.
Pengguna di bawah usia 13 tahun dilarang menggunakan platform, dan Meta wajib menghapus akun yang terindikasi di bawah umur. Orang tua akan menerima laporan harian mengenai durasi penggunaan aplikasi oleh anak mereka, serta memiliki wewenang penuh untuk mengatur jam akses. Independensi kesepakatan ini akan diawasi oleh auditor independen selama 10 tahun.
Gugatan terhadap Meta ini berawal dari tuntutan puluhan jaksa agung negara bagian di AS yang menuduh perusahaan secara sengaja merancang algoritma pemicu kecanduan pada Instagram dan Facebook. Meta dinilai memanfaatkan fitur-fitur seperti ‘endless scroll’, notifikasi push tanpa henti, dan filter visual yang memicu gangguan kesehatan mental, depresi, hingga kecemasan pada anak-anak dan remaja demi meningkatkan keuntungan iklan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi tolok ukur baru bagi regulasi media sosial global dalam melindungi pengguna di bawah umur.
Ikuti DailyFX.ID
