— JAKARTA – Saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), yang sebelumnya bernama PT Panca Wisesa Anugerah Tbk, menunjukkan tren positif dengan terus menguat sepanjang pekan ini. Pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), saham MGLV ditutup naik 0,90% ke level Rp 11.175. Dalam sepekan terakhir, saham MGLV melonjak 12,03%, dan secara year-to-date (ytd) telah meroket lebih dari 400%.

Perubahan fokus bisnis MGLV menjadi pengembangan infrastruktur AI didorong oleh PT Nextier Datamate Center (NDC) yang kini mengendalikan perusahaan. NDC, sebuah perusahaan yang berbasis di Jakarta, bergerak dalam penyediaan fasilitas pusat data atau data center, memiliki visi besar untuk mengubah bisnis MGLV agar berpusat pada sektor krusial ini.

Menurut informasi yang tertera di situs web perseroan, NexAI didirikan atas keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri AI global. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya energi yang melimpah, populasi muda yang berbakat, serta lokasi geografis yang strategis di Asia Tenggara. Namun, infrastruktur komputasi AI yang setara dengan standar dunia masih menjadi tantangan yang kini sedang diupayakan pemenuhannya oleh NexAI.

NexAI mewakili langkah evolusi dari Nextier Datamate Center (NDC), dirancang sebagai perusahaan infrastruktur AI yang bertujuan memanfaatkan keunggulan sumber daya energi alam Indonesia untuk menghasilkan kapasitas komputasi yang akan mendorong revolusi AI. Perusahaan menekankan bahwa mereka tidak hanya membangun data center, tetapi mentransformasi energi menjadi kecerdasan.

Data pemegang saham per 31 Juli 2026 menunjukkan adanya afiliasi dengan Boy Thohir yang memegang saham MGLV. PT Trinugraha Thohir tercatat memiliki 2,25% saham, sementara PT Trinugraha Thohir Harmoni menggenggam 4,86% saham MGLV.

Saat ini, penerima manfaat akhir MGLV adalah Glenn T Sugita, yang juga dikenal sebagai pengendali PT Persib Bandung Bermartabat, dan Suriyanto. Sebelumnya, nama Sugito Walujo atau Patrick Walujo sempat tercantum sebagai salah satu penerima manfaat akhir, namun kini tidak lagi terdaftar.