— JAKARTA – Produksi peralatan elektronik Midea Electronics Indonesia telah mencapai angka 3 juta unit di pabrik Residential Air Conditioner yang berlokasi di Cikarang. Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang diharapkan dapat memperkuat industri manufaktur di Indonesia, baik untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun kebutuhan internasional.

“Pencapaian 3 juta unit merupakan milestone penting dalam perjalanan manufaktur Midea di Indonesia. Kami akan terus berinvestasi, memperkuat produksi lokal, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur Indonesia,” ujar Jack Ding, President Director Midea Electronics Indonesia, dalam keterangan tertulisnya.

Sejak tahun 2023, Midea secara konsisten memperluas investasi manufakturnya di Indonesia. Fasilitas Residential Air Conditioner di Cikarang memiliki luas lahan 51.405 meter persegi. Rencananya, luas bangunan akan dikembangkan dari sekitar 13.000 meter persegi menjadi 43.000 meter persegi.

Pada tahun 2024, Midea juga tengah mengembangkan produksi Twin Tub Washing Machine di pabrik seluas 17.000 meter persegi. Ke depannya, fasilitas ini juga akan diperluas untuk memproduksi mesin cuci kategori Top Loading. Sementara itu, pabrik refrigerator Midea di Karawang, yang dibangun di atas lahan lebih dari 150.000 meter persegi, akan memproduksi berbagai jenis produk, mulai dari side-by-side, double door, single door, hingga chest freezer.

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan investasi dan produksi Midea di Indonesia. Ia mencatat bahwa pencapaian produksi ini terdiri dari 2,25 juta unit air conditioner (AC), 1 juta unit produk refrigerator, dan 367.500 unit produk mesin cuci.

“Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kapasitas manufaktur elektronika di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Hal tersebut tercermin dari ekspor Midea Electronics Indonesia yang hingga tahun 2026 telah mencapai sekitar 2 juta unit produk ke berbagai negara di kawasan ASEAN dan Amerika Utara,” kata Faisol Riza. Ia menambahkan, “Pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai instrumen kebijakan, di antaranya penerapan SNI wajib dan TKDN.”

Ke depan, Faisol berharap Midea dapat semakin meningkatkan posisi Indonesia dalam jaringan produksi dan bisnis global perusahaan. “Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur dan salah satu basis produksi penting Midea untuk melayani kebutuhan pasar regional maupun global,” tambahnya.

President Residential Air Conditioner PT Jaya Refrigeration Equipment, Ma Kai, menegaskan komitmen Midea untuk terus meningkatkan investasi, memperkuat operasional lokal, dan bekerja sama dengan pemasok dalam negeri. “Kami akan terus memperkuat investasi dan produksi lokal, meningkatkan penggunaan pemasok dalam negeri, serta menjalankan operasional yang aman, patuh terhadap regulasi, dan berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ujar Ma Kai.

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menilai investasi manufaktur memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional. “Ekspansi investasi seperti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri,” ujarnya.

Melalui penguatan produksi lokal, Midea menargetkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia, tetapi juga memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi Midea untuk pasar global. Acara peresmian juga mencakup tur fasilitas produksi AC dan seremoni simbolis pencapaian produksi serta penguatan kapasitas manufaktur Midea Electronics Indonesia.