DailyFX.ID — PT Remitra Global International Tbk (MKNT) secara resmi memulai transformasi besar setelah menyetujui aksi penambahan modal senilai Rp 1,02 triliun, yang sekaligus membawa perubahan pada struktur pengendali dan arah bisnis perusahaan.
Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Hotel Manhattan, Jakarta, pada Senin (14/9/2026). Rapat tersebut menyetujui enam agenda utama, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan anggaran dasar, serta penyesuaian susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Aksi korporasi ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. MKNT tidak hanya berfokus pada perbaikan struktur keuangan, tetapi juga mempersiapkan perubahan mendasar pada portofolio bisnisnya.
Melalui mekanisme PMTHMETD, perseroan akan menerbitkan saham baru dengan nilai total mencapai Rp 1,02 triliun. Mayoritas dana segar ini berasal dari konversi kewajiban perusahaan kepada para kreditur menjadi saham baru.
Kewajiban kepada PT Headwell Bintang Energi Hijau senilai Rp 668 miliar dan kepada PT Mantra Capital Persadan sebesar Rp 154,925 miliar akan dikonversi menjadi saham baru. Selain itu, MKNT juga akan menerima suntikan dana tunai sebesar Rp 200 miliar dari lima investor independen, serta tambahan Rp 1,5649 miliar dari PT Mantra Capital Persadan.
Dengan terlaksananya aksi korporasi ini, perseroan mengumumkan bahwa posisi ekuitasnya akan kembali positif. Perbaikan struktur permodalan ini diharapkan menjadi fondasi utama bagi MKNT untuk kembali menjalankan kegiatan operasional dengan kondisi keuangan yang lebih sehat.
Namun, dampak terbesar dari aksi korporasi ini tidak hanya terbatas pada neraca keuangan perseroan. Masuknya modal baru secara signifikan mengubah struktur kepemilikan dan pengendalian MKNT.
PT Headwell Bintang Energi Hijau akan resmi menjadi pengendali baru perseroan sebagai konsekuensi hukum dari pelaksanaan PMTHMETD. Sementara itu, Handoyo Setiawan ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari Headwell.
Pergantian pengendali ini menegaskan bahwa MKNT tengah memasuki babak baru dengan strategi bisnis yang berbeda dari sebelumnya. Transformasi ini sebenarnya telah dimulai sejak 29 Mei 2026 ketika perseroan menyelesaikan pengambilalihan dua entitas bisnis, yaitu PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping.
PT Citra Baru Steel bergerak dalam industri manufaktur baja tulangan, sedangkan PT Radja Udang Malingping berfokus pada usaha budidaya tambak udang. Dengan demikian, portofolio bisnis MKNT kini mulai bergeser ke dua sektor baru: manufaktur baja dan perikanan budidaya.
Pergeseran ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk membangun sumber pertumbuhan baru setelah melakukan penataan struktur keuangan dan kepemilikan. Perubahan ini juga secara langsung memengaruhi prospek MKNT ke depan, yang kini akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan dalam mengintegrasikan bisnis-bisnis baru tersebut dan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan.
Manajemen MKNT menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penyelesaian seluruh rangkaian aksi korporasi, memperkuat kinerja perusahaan anak, serta memenuhi berbagai komitmen kepada regulator dan mitra bisnis.
Direktur Utama Remitra Global International, Santoso Widjojo, menyatakan bahwa RUPSLB ini menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan perseroan. “RUPSLB hari ini merupakan awal dari babak baru Perseroan. Dengan struktur permodalan yang sehat dan tata kelola yang diperkuat, kami memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah maju,” ujar Santoso.
Ke depannya, MKNT juga terbuka untuk mengeksplorasi kegiatan usaha baru yang dinilai mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi para pemegang saham.
Perubahan manajemen juga terjadi secara signifikan. Handoyo Setiawan ditunjuk sebagai Komisaris Utama, Erry Firmansyah sebagai Komisaris Independen, dan Idrus Marham sebagai Komisaris. Sementara itu, Santoso Widjojo dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama dan Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur.
Dengan demikian, transformasi MKNT kini mencakup hampir seluruh aspek perusahaan, mulai dari struktur modal, kepemilikan dan pengendalian, manajemen, hingga portofolio bisnis. Setelah dikenal sebagai Mitra Komunikasi Nusantara, perseroan kini mengusung nama Remitra Global International dengan ambisi membangun fondasi bisnis baru melalui sektor manufaktur baja dan budidaya udang.
Ikuti DailyFX.ID
