— Bantuan internasional mulai mengalir ke Nepal menyusul banjir bandang dahsyat yang telah menewaskan lebih dari 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang. Sejumlah negara dan organisasi internasional telah mengirimkan bantuan dana, obat-obatan, perlengkapan darurat, serta tenaga ahli untuk mendukung penanganan bencana dan memenuhi kebutuhan para korban.

India menjadi salah satu negara yang telah mengirimkan bantuan langsung. Kementerian Luar Negeri India menyatakan sebanyak 10 ton perlengkapan penanggulangan bencana telah dikirim ke Nepal. Bantuan tersebut mencakup tempat penampungan sementara, selimut, paket perlengkapan kebersihan, lampu tenaga surya, dan obat-obatan.

China juga mengoordinasikan pengiriman perlengkapan darurat dan bantuan tunai. Hal tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Nepal melalui platform media sosial X. Namun, nilai bantuan dan perincian barang yang dikirimkan belum diumumkan.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyediakan dana darurat sebesar 1 juta franc Swiss atau sekitar US$1,24 juta. Dana ini akan digunakan untuk mendukung Palang Merah Nepal dalam menangani dampak banjir, termasuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.

Amerika Serikat (AS) turut menyediakan bantuan senilai US$500.000. Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan telah mengirimkan seorang penasihat tanggap bencana ke Nepal untuk membantu penanganan darurat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirimkan perlengkapan medis penting, termasuk obat-obatan dan tenda serbaguna. Bantuan tersebut diperlukan untuk membantu pelayanan kesehatan darurat di tengah besarnya jumlah korban.

Uni Eropa (UE) juga menyatakan siap mengerahkan bantuan tambahan. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan bantuan lebih lanjut dari negara-negara Eropa dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan Nepal.

Banjir bandang menerjang kawasan Nepal dan wilayah Tibet, China, pada Rabu. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, memutus akses di sejumlah wilayah, serta membuat ratusan warga dan wisatawan asing belum ditemukan. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Jumlah korban diperkirakan dapat berubah seiring petugas menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya terputus akibat banjir.