— Nestlé Purina memperluas portofolio bisnis makanan hewan peliharaan di Indonesia dengan menambah lini makanan basah untuk kucing serta makanan anjing melalui merek Friskies. Langkah ini memperluas cakupan perusahaan pada berbagai segmen produk berdasarkan jenis, usia, dan ukuran hewan.

Ekspansi tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan pasar perawatan hewan peliharaan (pet care) di Indonesia. Euromonitor International memperkirakan nilai penjualan ritel sektor ini akan mencapai Rp10,438 triliun pada 2026, meningkat sekitar 6% secara nominal dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori makanan kucing dan anjing menjadi penopang utama nilai penjualan pasar.

Euromonitor juga mencatat perkembangan pet shop di kota-kota kecil, serta peningkatan penggunaan e-commerce yang mengubah pola distribusi produk pet care. Di sisi lain, perhatian konsumen kelas menengah dan atas terhadap kesehatan serta nutrisi hewan mendorong permintaan terhadap produk dengan manfaat yang semakin spesifik.

Marketing Manager Nestlé Purina PetCare, Hanna Anggiana, menyatakan penambahan lini produk diarahkan untuk menjangkau kebutuhan konsumen berdasarkan tahap kehidupan dan karakteristik hewan peliharaan.

“Perluasan portofolio ini kami arahkan untuk menjawab kebutuhan hewan peliharaan di berbagai tahap kehidupan,” katanya.

Pada kategori kucing, perusahaan menambah empat varian makanan basah, terdiri atas tiga varian untuk kucing dewasa dan satu varian untuk anak kucing. Produk ini melengkapi lini makanan kucing kering yang sebelumnya telah dipasarkan. Perluasan ke kategori makanan basah juga memberi perusahaan akses ke segmen konsumen yang mempertimbangkan variasi tekstur dan kandungan air dalam pola pemberian makanan.

Sementara itu, pada kategori anjing, perusahaan menawarkan produk untuk anjing dewasa, anak anjing, dan anjing berukuran kecil. Formulasi produk dibedakan berdasarkan usia dan ukuran tubuh.

Distribusi Menjadi Bagian Strategi Penting

Selain menambah ragam produk, perusahaan juga memperluas jaringan distribusinya melalui pet shop dan supermarket di Indonesia. Strategi distribusi menjadi krusial seiring perubahan pola belanja konsumen.

Mengutip catatan Euromonitor, pet shop dan superstore masih menjadi kontributor utama dalam sejumlah kategori pet food. Sementara itu, e-commerce diperkirakan terus berkembang karena menawarkan pilihan produk dan merek yang lebih beragam.

Dalam pengembangan pasarnya, Nestlé Purina juga memanfaatkan pameran seperti Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 di ICE BSD untuk berinteraksi dengan komunitas pemilik hewan dan memperkenalkan lini produk berdasarkan segmentasi kebutuhan.

Brand Ambassador Friskies Cat, Inul Daratista, mengungkapkan bahwa pemilik hewan sering menghadapi perbedaan preferensi rasa dan tekstur pada masing-masing kucing.

“Kucing bisa punya preferensi rasa dan tekstur yang berbeda, bahkan bisa merasa bosan kalau menunya itu-itu saja. Karena itu, penting bagi kita sebagai cat pawrent untuk memberikan variasi makanan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Heng Sofian, perwakilan Kota Golden Community, menjelaskan bahwa pemilik anjing perlu memperhatikan pilihan makanan berdasarkan kebutuhan nutrisi harian, usia, dan ukuran tubuh hewan peliharaan. Menurut dia, variasi produk yang sesuai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anjing sehari-hari.

Pernyataan tersebut sejalan dengan kecenderungan pasar yang semakin tersegmentasi berdasarkan kebutuhan nutrisi, tahap kehidupan, serta preferensi pemilik hewan. Euromonitor menilai produk dengan fungsi kesehatan tertentu dan pilihan premium berbahan alami makin mendapat perhatian, meski permintaan terhadap produk dengan harga terjangkau tetap besar.

Untuk makanan basah kucing, perusahaan menggunakan formulasi yang antara lain mengandung protein, vitamin, antioksidan, dan kadar air. Sementara lini makanan anjing mengacu pada standar nutrisi Association of American Feed Control Officials (AAFCO), serta dibedakan berdasarkan usia dan ukuran hewan.

Perluasan portofolio ini menunjukkan persaingan bisnis pet food di Indonesia tidak hanya berlangsung melalui penambahan merek atau produk, tetapi juga melalui segmentasi kebutuhan, inovasi formulasi, ketersediaan di berbagai kanal distribusi, serta kemampuan perusahaan membaca perubahan perilaku pemilik hewan.

Dengan pasar pet care yang terus tumbuh, produsen juga dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keterjangkauan harga di tengah berkembangnya permintaan terhadap produk dengan manfaat nutrisi yang semakin spesifik.