DailyFX.ID — PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), emiten yang terafiliasi dengan Boy Thohir, mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman senilai Rp 10,75 triliun yang diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Dana pinjaman ini akan disalurkan kepada dua anak usaha MGLV, yaitu PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAI Center (NGC).
Manajemen MGLV menjelaskan bahwa perjanjian fasilitas pinjaman dari BNI kepada NAC memiliki nilai maksimal Rp 4.125.164.000.000. Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh MGLV turut menyertai perjanjian ini. Selain itu, fasilitas pinjaman untuk NGC dari BNI mencapai Rp 6.628.935.000.000, yang juga dijamin oleh MGLV.
“Serta, sehubungan dengan masing-masing Fasilitas Pinjaman NAC dan Fasilitas Pinjaman NGC, Perseroan juga telah memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) kepada BNI selaku agen jaminan dalam Perjanjian Fasilitas NAC dan Perjanjian Fasilitas NGC, untuk menjamin pembayaran oleh masing-masing NAC dan NGC sehubungan dengan masing-masing Fasilitas Pinjaman NAC dan Fasilitas Pinjaman NGC,” terang manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi.
Dana pinjaman untuk NAC akan digunakan untuk membiayai sebagian biaya pengambilalihan fasilitas data center di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi. Pendanaan ini juga mencakup biaya pengembangan penambahan kapasitas JababekaDC sebesar 36 MW, sehingga total kapasitasnya menjadi 42 MW, serta pembiayaan sebagian bunga selama masa konstruksi.
Sementara itu, Fasilitas Pinjaman NGC ditujukan untuk membiayai sebagian biaya pembangunan BatangDC hingga mencapai kapasitas 60 MW, termasuk biaya terkait dan bunga selama masa konstruksi. Dengan demikian, total kapasitas keseluruhan yang akan dicapai adalah 102 MW.
Transaksi afiliasi ini melibatkan pemberian jaminan perusahaan oleh MGLV sebagai perusahaan induk dan pemegang saham pengendali NAC dan NGC. Pemberian jaminan ini bertujuan untuk memastikan pembayaran kewajiban NAC dan NGC terkait fasilitas pinjaman tersebut.
Sebelumnya, MGLV juga telah melakukan penambahan modal pada NAC dan NGC masing-masing sebesar Rp 49 miliar pada 17 September 2026. Porsi kepemilikan MGLV di kedua entitas tersebut mencapai 99,99%. Penambahan modal ini diperlukan untuk mendukung pemenuhan persyaratan administrasi, perizinan usaha, serta penyesuaian data dan dokumen terkait pelaksanaan kegiatan usaha anak perusahaan.
Ikuti DailyFX.ID
