DailyFX.ID — Pemerintah menggarisbawahi pentingnya perlindungan bagi jamaah umrah serta kepatuhan para penyelenggara perjalanan ibadah terhadap regulasi yang berlaku. Penekanan ini disampaikan seiring dengan tingginya minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pengawasan terhadap perusahaan perjalanan umrah perlu diperkuat. Tujuannya adalah untuk mencegah timbulnya permasalahan dalam keberangkatan dan memastikan jamaah mendapatkan layanan yang sesuai dengan ketentuan. Ia menambahkan bahwa sekitar 3.000 warga Indonesia berangkat umrah setiap harinya, sehingga pengawasan yang ketat menjadi krusial.
Irfan menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan perjalanan yang bermasalah. Tindakan yang diambil dapat berupa pemberian peringatan hingga sanksi yang lebih tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran. “Perjalanan umrah bukan hanya kesempatan menjalankan ibadah, tetapi juga momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memanjatkan doa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat acara pelepasan 105 mitra pengemudi dari 27 kota di Indonesia yang dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah umrah pada Sabtu, 12 September 2026. Rombongan ini tidak hanya terdiri dari mitra pengemudi perempuan, tetapi juga penyandang disabilitas.
Para jamaah berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Makassar, Medan, Kendari, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Manado. Mereka dijadwalkan akan menjalani rangkaian ibadah di Madinah dan Makkah hingga tanggal 22 September 2026.
Dari total 105 jamaah, sebanyak 100 orang merupakan penerima “Program Berangkat Umrah (BERKAH)” yang diselenggarakan oleh Grab Indonesia. Lima orang lainnya adalah mitra pengemudi yang sebelumnya juga telah mendapatkan kesempatan serupa.
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menjelaskan bahwa keberangkatan ini melibatkan mitra dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang beragam. Perusahaan juga telah menyiapkan pendampingan selama perjalanan ibadah, melibatkan muthawif dan mitra perjalanan resmi. “Setiap perjalanan ini membawa cerita dan harapan yang sangat personal. Kami ingin memastikan seluruh persiapannya dilakukan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Neneng menambahkan bahwa para jamaah akan didampingi selama rangkaian keberangkatan dan pelaksanaan ibadah, serta diwajibkan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku. Sebelum keberangkatan, para jamaah telah mengikuti kegiatan pelepasan dan manasik di Jakarta.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, mengatakan bahwa perjalanan ini menjadi kesempatan berharga bagi para pengemudi. Rutinitas mereka sehari-hari adalah mengantarkan orang lain, dan kini mereka mendapatkan kesempatan untuk menjalani perjalanan yang lebih bersifat personal. “Para mitra pengemudi setiap hari memegang amanah besar, mengantarkan orang lain sampai ke tujuan dengan selamat. Semoga perjalanan ini membawa doa-doa baik untuk keluarga dan menjadi pengalaman yang selalu diingat,” ujarnya.
Salah satu jamaah yang turut berangkat adalah Endang Jayanti, istri dari almarhum Sukriadi, seorang mitra pengemudi asal Makassar. Sukriadi sebelumnya telah mendapatkan kesempatan umrah namun meninggal dunia sebelum sempat berangkat. Kesempatan tersebut kemudian diberikan kepada Endang untuk melanjutkan perjalanan ibadah yang terputus oleh takdir.
Kisah inspiratif lainnya datang dari Fika Chasasmeta, seorang mitra pengemudi perempuan asal Jakarta yang aktif mendampingi komunitas Tuli. Ada pula Teguh Amboro, mitra pengemudi asal Banyumas yang baru bergabung dengan Grab pada awal tahun 2026.
Menteri Irfan juga menyinggung tantangan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun berikutnya. Ia menyebutkan adanya kenaikan biaya untuk berbagai kebutuhan serta perubahan sistem layanan di Arab Saudi. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat persiapan dan pengawasan agar perubahan tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan, keamanan, dan keselamatan para jamaah.
Ikuti DailyFX.ID
