DailyFX.ID — Pemerintah Indonesia meningkatkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera melalui operasi terpadu. Langkah ini mencakup pemadaman darat, pengerahan personel, patroli rutin, teknik water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan utama menghentikan api yang sedang membakar dan mencegah munculnya titik api baru. Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak oleh kabut asap.
“Pemerintah terus memperkuat operasi terpadu melalui pemadaman darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” ujar Prasetyo dalam keterangan resmi yang diterima awak media pada Senin (24/8/2026).
Prasetyo menyoroti tantangan khusus dalam penanganan api di lahan gambut. Api yang menjalar di bawah permukaan tanah gambut berpotensi muncul kembali, sehingga memerlukan proses pembasahan dan penyisiran berulang kali untuk memastikan api benar-benar padam.
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah juga gencar memantau kualitas udara di wilayah-wilayah yang terdampak karhutla. Berdasarkan data, Pekanbaru mencatat indeks kualitas udara (AQI) 225, masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Jambi berada di angka 187 dan Palembang di 180, yang juga menunjukkan tingkat kualitas udara yang tidak sehat.
Prasetyo menambahkan bahwa seluruh elemen terkait telah dikerahkan untuk menghadapi karhutla. Ini meliputi pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kehutanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, hingga partisipasi aktif dari masyarakat. Semua unsur ini diinstruksikan untuk bergerak secara terpadu mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
“Presiden memastikan seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga unsur masyarakat, bergerak dalam satu komando,” tegasnya.
Di samping upaya pemadaman dan pemantauan, pengawasan terhadap wilayah konsesi perusahaan juga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Penegakan hukum akan diperketat bagi pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran atau lalai dalam menjaga area tanggung jawab mereka.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sumatera, yang dimulai dari Riau, merupakan kelanjutan dari upaya penanganan karhutla yang sebelumnya juga dilakukan di Kalimantan. Pemerintah berkomitmen untuk terus menyesuaikan pengerahan sumber daya sesuai dengan kondisi terkini, dengan prioritas utama adalah menghentikan perluasan kebakaran, menekan munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dari dampak buruk karhutla dan kabut asap.
Ikuti DailyFX.ID
