DailyFX.ID — JAKARTA – Korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Minggu (24/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 91 jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan empat jiwa dibandingkan hari sebelumnya. “Hingga pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa, atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya,” ujar Berton dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Senin (24/8/2026).
Berton merinci, sekitar 51% korban meninggal dunia disebabkan oleh dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara itu, 49% lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana tersebut. “Berdasarkan data yang diterima, 51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sedangkan sisanya 49 persen meninggal disebabkan dampak tidak langsung,” jelasnya.
Korban meninggal dunia tersebar di beberapa wilayah. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban meninggal terbanyak dengan 32 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, dan Ngada 5 jiwa. Dari total korban jiwa, 40 di antaranya laki-laki dan 48 perempuan, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya warga yang terdampak gempa bumi baik secara langsung maupun tidak langsung akibat gempa,” tutur Berton.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Korban luka terbanyak dilaporkan berasal dari Kabupaten Manggarai Timur dengan 643 jiwa dan Manggarai Barat sebanyak 504 jiwa.
Jumlah warga yang mengungsi juga terus meningkat. BNPB mencatat, saat ini sebanyak 161.084 jiwa berada di lokasi pengungsian. Pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.
“Kita berdoa semoga keluarga, handai taulan, tetangga dan seluruh yang terdampak tetap diberi kekuatan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan melaporkan adanya sejumlah penyakit yang muncul pascagempa. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 3.721 kasus. Selain itu, terdapat 15 kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.
Ikuti DailyFX.ID
