DailyFX.ID — JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan kinerja keuangannya untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Sepanjang semester pertama tahun 2026, emiten batu bara ini berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar US$1 miliar, atau setara dengan Rp17 triliun, berdasarkan kurs konversi yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.
Pendapatan tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, semester I-2025. Menurut manajemen ITMG, kenaikan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan sebesar 5% dan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 4% secara tahunan. Pertumbuhan ASP ini sejalan dengan penguatan harga acuan batu bara.
Perusahaan juga melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$105,99 juta (sekitar Rp1,8 triliun), sebuah kenaikan signifikan sebesar 16,5% dari US$90,97 juta pada semester I-2025.
ITMG mencatat peningkatan produksi batu bara sebesar 13% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan volume produksi mencapai 5,3 juta ton pada kuartal kedua 2026. Total volume produksi pada paruh pertama 2026 mencapai 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dari 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total volume penjualan meningkat menjadi 12,3 juta ton pada semester I-2026 dari 11,7 juta ton pada semester I-2025.
“Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga meningkat dari US$78 per ton pada semester I-2025 menjadi US$81 per ton pada semester I-2026, yang mendorong pertumbuhan pendapatan sebesar 9% secara tahunan,” ungkap manajemen ITMG dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (11/8/2026).
Beban Operasional Meningkat
Manajemen Indo Tambangraya Megah mengemukakan bahwa beban pokok pendapatan meningkat sebesar 7% pada semester I-2026. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya penambangan dan pengangkutan batu bara. Hal ini dipicu oleh rasio kupas yang lebih tinggi dan kenaikan biaya bahan bakar yang mengikuti tren kenaikan harga minyak dunia selama periode berjalan.
Beban penjualan juga mengalami peningkatan dari US$81 juta menjadi US$88 juta, sejalan dengan bertambahnya volume penjualan. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar US$26 juta pada semester I-2026, sehingga total beban operasional mencapai US$114 juta pada periode yang sama.
Perusahaan membukukan pendapatan keuangan sebesar US$18 juta pada semester I-2026, sedikit menurun dari US$21 juta pada semester I-2025. Beban keuangan juga menunjukkan penurunan sebesar 32% secara tahunan, dari US$6 juta menjadi US$4 juta. Selain itu, perusahaan mencatatkan pendapatan lainnya (bersih) sebesar US$2 juta pada semester I-2026, dibandingkan dengan beban lainnya (bersih) sebesar US$3 juta pada semester I-2025.
Beban pajak penghasilan meningkat menjadi US$49 juta pada semester I-2026 dari US$43 juta pada semester I-2025, sejalan dengan kenaikan laba sebelum pajak penghasilan. Sementara itu, royalti kepada pemerintah meningkat sebesar 7% secara tahunan menjadi US$111 juta pada semester I-2026, yang terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan.
Ikuti DailyFX.ID
