DailyFX.ID — JAKARTA – PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola gerai Pizza Hut di Indonesia, mencatat penurunan pendapatan sepanjang semester I-2026 menjadi Rp 1,47 triliun. Angka ini melemah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,54 triliun.
Penurunan omzet ini berdampak pada laba operasi yang tertekan menjadi Rp 24,44 miliar dari sebelumnya Rp 40,61 miliar. Laba bersih perseroan juga menyusut ke Rp 8,27 miliar dari Rp 15,56 miliar pada semester I-2025.
Meskipun kinerja finansial mengalami penurunan, jumlah gerai Pizza Hut yang dioperasikan terus bertambah. Hingga 30 Juni 2026, PZZA mengoperasikan 579 gerai, meningkat dari 575 gerai pada akhir 2025. Namun, jumlah karyawan tetap tercatat berkurang menjadi 4.085 orang per 30 Juni 2026, dari 4.192 karyawan pada 31 Desember 2025.
Laporan tahunan PZZA 2025 sebelumnya mengungkap total penjualan sebesar Rp 3,05 triliun, meningkat 9,06% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini menandakan perseroan berhasil melewati tantangan dan menumbuhkan pangsa pasar kembali.
Manajemen PZZA mengidentifikasi beberapa tantangan utama, termasuk persaingan yang semakin intensif dari jaringan restoran besar, pelaku usaha lokal, dan pemain digital. Persaingan ini tidak hanya pada aspek harga, tetapi juga inovasi produk, kecepatan layanan, dan pengalaman pelanggan.
Selain itu, perubahan perilaku konsumen dan percepatan digitalisasi juga menjadi tantangan. Konsumen semakin mengandalkan layanan pemesanan digital dan pengiriman, serta menuntut pengalaman yang cepat, praktis, dan konsisten di seluruh kanal penjualan.
Sebagai informasi, pada tahun 2016, Pizza Hut pernah tercatat sebagai jaringan restoran pizza terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 86,6%. Merek PHR (Pizza Hut Restaurant) menguasai 97,0% pangsa pasar, sementara PHD (Pizza Hut Delivery) sebesar 64,6%.
Untuk tahun buku 2025, PZZA membagikan dividen sebesar Rp 5 miliar atau Rp 1,66 per saham. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun lalu tercatat Rp 24,75 miliar.
Pizza Hut Indonesia dikendalikan oleh PT Sriboga Raturaya dengan kepemilikan 64,79% saham. Salah satu penerima manfaat akhir PZZA adalah Arlin Arifin, founder dan CEO Sriboga Raturaya, yang juga mengelola jaringan Marugame Udon di Indonesia.
Ikuti DailyFX.ID
