— Generasi muda Indonesia tidak hanya berperan sebagai konsumen dalam pesatnya perkembangan ekonomi digital, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam kewirausahaan dan regenerasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Regenerasi UMKM menjadi kunci penting untuk memastikan keberlanjutan usaha melalui adaptasi terhadap perubahan pasar dan kehadiran generasi penerus.

Data dari Bank Indonesia pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa Generasi Z dan Milenial mendominasi populasi Indonesia, mencapai 49,27% dari total 284,67 juta penduduk. Lebih signifikan lagi, kedua kelompok usia ini mencakup 63% dari total tenaga kerja, menegaskan posisi strategis mereka dalam denyut aktivitas ekonomi nasional.

Digitalisasi Membuka Ruang bagi Generasi Muda

Digitalisasi UMKM melampaui sekadar metode pembayaran. Bank Indonesia secara aktif mendorong pemanfaatan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar dan penggunaan pencatatan keuangan digital melalui SIAPIK demi meningkatkan efektivitas pengelolaan bisnis serta akses pembiayaan.

Hingga Juni 2026, tercatat 65,77 juta pengguna QRIS dengan 44,86 juta merchant terdaftar. Mayoritas merchant tersebut, sekitar 96,68%, adalah UMKM. Transaksi QRIS selama semester I-2026 mencapai 12,55 miliar dengan nilai total Rp 1,12 kuadriliun, menunjukkan adopsi sistem pembayaran digital yang masif di kalangan UMKM.

Kemahiran generasi muda dalam mengoperasikan teknologi menjadi modal berharga untuk membantu UMKM bertransformasi dan berkembang dalam ekosistem digital. Namun, kedekatan dengan teknologi saja belum cukup untuk menjamin keberlanjutan usaha.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025 telah memfasilitasi kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM. Regulasi ini mencakup pengembangan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM, pemanfaatan teknologi informasi, serta percepatan proses pemberian pembiayaan.

Membawa Inovasi Tanpa Kehilangan Identitas

Proses regenerasi UMKM tidak berarti generasi baru sepenuhnya menggantikan metode kerja generasi sebelumnya. Bank Indonesia menekankan bahwa regenerasi idealnya mempertemukan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah mapan dengan perspektif inovatif dari generasi muda.

Pendekatan ini sangat relevan, terutama bagi sektor yang kental dengan produk lokal dan budaya. Inovasi yang diterapkan dapat memperluas pasar tanpa mengorbankan karakter otentik produk. Dengan demikian, keterlibatan Generasi Z dalam UMKM dapat terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari meneruskan usaha keluarga, mengembangkan strategi pemasaran digital, menciptakan inovasi produk, hingga membuka akses pasar baru.