DailyFX.ID — Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas seiring meningkatnya transaksi digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah merchant QRIS telah mencapai 45,46 juta, dengan 96,69% di antaranya berasal dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Fitria Irmi Triswati, mengatakan perkembangan QRIS merupakan bagian dari upaya bank sentral membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien, aman, dan terintegrasi. “Angka ini menunjukkan bahwa manfaat digitalisasi pembayaran semakin luas dirasakan, termasuk bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mendukung transaksi sehari-hari,” ujarnya dalam sesi diskusi “Cara Baru Manfaatkan QRIS: Pengguna & Pengusaha UMKM Pasti Untung”, di Jakarta.
Dalam diskusi tersebut, Fitria menjelaskan pertumbuhan QRIS berlangsung cepat sejak diperkenalkan pada 2019. Perkembangannya makin terakselerasi ketika pandemi Covid-19 mendorong kebutuhan masyarakat terhadap metode pembayaran yang minim kontak fisik.
BI juga menargetkan transaksi QRIS tahun ini mencapai sekitar 17 miliar transaksi. Hingga saat, jumlahnya disebut telah melampaui 15 miliar transaksi. Sementara dari sisi pengguna, jumlahnya berada di kisaran 67 juta–68 juta orang, mendekati target sekitar 70 juta pengguna.
Dominasi UMKM dalam ekosistem QRIS menunjukkan penggunaan pembayaran digital tidak lagi terkonsentrasi pada pusat perbelanjaan atau perusahaan besar. QRIS kini semakin mudah ditemukan di warung, pedagang kecil, hingga berbagai usaha di daerah.
CEO & Editor in Chief Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengungkapkan, digitalisasi pembayaran makin dekat dengan aktivitas masyarakat. Menurutnya, penggunaan QRIS pada merchant kecil memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi pelaku usaha sekaligus menjangkau konsumen yang semakin terbiasa bertransaksi secara digital.
Namun, Ihsan menilai besarnya jumlah merchant belum otomatis menunjukkan penggunaan yang merata di seluruh wilayah. Ia menyoroti masih adanya daerah yang memiliki potensi besar tetapi tingkat transaksinya relatif lebih rendah. Karena itu, perluasan QRIS tidak cukup hanya dengan menambah jumlah merchant, melainkan perlu mendorong penggunaan aktif melalui edukasi dan sosialisasi.
Dari Warung hingga Transportasi
Perubahan pola transaksi juga terlihat dari semakin beragamnya penggunaan QRIS. Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari menjelaskan bahwa pada awal perkembangannya, QRIS cenderung digunakan masyarakat untuk pembayaran tertentu. Kini pemanfaatannya makin luas, mulai dari ritel, transportasi, berbagai layanan, hingga transaksi daring dan luring.
Nominal transaksi juga makin bervariasi. QRIS tidak lagi hanya digunakan untuk pembayaran bernilai kecil, tetapi juga mulai digunakan untuk berbagai layanan dan transaksi dengan nilai yang lebih besar. Kondisi tersebut membuat persaingan penyedia jasa pembayaran tidak lagi semata-mata soal kemampuan menyediakan transaksi QRIS. Pengguna juga mempertimbangkan keamanan, kemudahan, pengalaman transaksi, serta manfaat tambahan yang diberikan masing-masing platform.
Penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari juga dirasakan Mursid, seorang content creator asal Cirebon. Menurutnya, pembayaran melalui QRIS sudah makin mudah ditemukan, tidak hanya di merchant besar, tetapi juga di warung dan usaha kecil. “Saya sendiri sering pakai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan, ngopi, belanja di minimarket, sampai jajan di warung sekitar,” katanya.
Transaksi Lintas Negara
Di sisi lain, BI terus mengembangkan fungsi QRIS agar dapat digunakan untuk semakin banyak kebutuhan. Salah satunya melalui QRIS Tap, yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) sehingga transaksi tertentu dapat dilakukan dengan menempelkan perangkat tanpa harus selalu memindai kode QR.
Pengembangan lainnya adalah QRIS Antarnegara atau cross-border QR payment. Fitria mengatakan, konektivitas pembayaran lintas negara mulai dikembangkan pada 2022, dengan Thailand sebagai salah satu negara awal yang terhubung. Jaringan kemudian diperluas ke sejumlah negara lain. Ia menyebutkan bahwa konektivitas QRIS telah berkembang ke beberapa negara, termasuk Malaysia dan Singapura, serta terus diarahkan ke pasar lain seperti Jepang, China, dan Korea Selatan.
BI juga tengah menjajaki kerja sama pembayaran dengan negara lain seperti India, Vietnam, dan Arab Saudi. Namun, perluasan tersebut membutuhkan proses panjang karena melibatkan kesepakatan antarlembaga, pembahasan teknis antarpelaku industri, pengujian sistem, serta kesiapan infrastruktur. Pengembangan pembayaran lintas negara menjadi bagian dari inisiatif Regional Payment Connectivity yang mulai dijalankan bersama sejumlah bank sentral di kawasan pada 2022.
Konektivitas itu memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi di negara yang sudah terhubung tanpa terlalu bergantung pada uang tunai. Sebaliknya, wisatawan asing juga dapat menggunakan sistem pembayaran negaranya pada jaringan yang kompatibel ketika berada di Indonesia.
Keamanan Jadi Perhatian
Seiring pertumbuhan transaksi digital, keamanan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekosistem QRIS. Fitria mengungkapkan, inovasi sistem pembayaran perlu berjalan beriringan dengan edukasi, mitigasi risiko, dan perlindungan konsumen.
Menurut BI, keamanan ekosistem tidak hanya menjadi tanggung jawab regulator, tetapi juga penyedia jasa pembayaran, asosiasi industri, merchant, dan masyarakat. Risiko penipuan atau fraud menjadi salah satu hal yang perlu terus diantisipasi. Pengguna juga perlu memahami cara mengenali transaksi dan pihak yang mencurigakan sebelum melakukan pembayaran.
Eka mengatakan penyedia jasa pembayaran terus menambahkan lapisan keamanan pada layanan digital. Salah satu contohnya adalah verifikasi tambahan ketika pengguna mengganti perangkat. Sistem dapat meminta verifikasi wajah untuk memastikan akun digunakan oleh pemilik yang sah.
Di samping itu, ShopeePay juga melakukan edukasi terkait keamanan dan literasi keuangan digital melalui kerja sama dengan merchant serta sejumlah institusi pendidikan. Perusahaan pun telah mengintegrasikan QRIS Tap dan QRIS Antarnegara ke dalam aplikasinya sebagai bagian dari dukungan terhadap inovasi sistem pembayaran BI.
Ikuti DailyFX.ID
