DailyFX.ID — JAKARTA – PT Prima Andalan Mandiri Tbk, yang dikenal dengan merek dagang “Mandiri Coal”, kini masuk dalam jajaran pemegang saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) dengan kepemilikan lebih dari 1 persen. Perubahan ini terlihat dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Agustus 2026, di mana Mandiri Coal tercatat menggenggam 35.714.300 lembar saham atau 1,87% dari total saham MGLV. Posisi ini berbeda signifikan dibandingkan akhir Juli 2026, di mana nama Mandiri Coal belum terdaftar sebagai pemegang saham signifikan.
Mandiri Coal sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor batu bara, dengan produk yang diklaim ramah lingkungan karena memiliki kandungan abu dan sulfur yang rendah. Produk ini aman digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Penerima manfaat akhir dari Mandiri Coal adalah Eddy Sugianto, yang menurut data Forbes per 14 September 2026, memiliki kekayaan sekitar US$1,1 miliar.
Selain Mandiri Coal, nama FTAG Asset Management Ltd juga tercatat sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan 32.857.200 lembar saham atau 1,72% per 31 Agustus 2026. Keduanya menjadi pemegang saham signifikan baru di tengah komitmen pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir dalam memperkuat industri pasar modal Indonesia.
Sebelumnya, Boy Thohir telah menunjukkan komitmennya dengan memborong 30 juta lembar saham MGLV. Keterlibatan Boy Thohir sebelumnya sudah terjalin melalui entitas PT Trinugraha Thohir (2,25%) dan PT Trinugraha Thohir Harmoni (4,86%). Boy Thohir menyatakan bahwa pembelian saham ini didasari keyakinan terhadap fundamental dan kinerja positif MGLV, serta sebagai bentuk dukungan terhadap pasar modal nasional.
“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan,” ujar Boy Thohir, Rabu (9/9/2026). Ia menambahkan, perkembangan ekonomi digital, adopsi layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), serta transformasi digital yang kian pesat mendorong peningkatan kebutuhan infrastruktur pusat data yang andal, aman, dan berkapasitas tinggi.
Langkah ini juga sejalan dengan visi untuk memperkuat peran institusi pasar modal Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan partisipasi investor domestik. Menurutnya, banyaknya investor domestik di pasar saham akan menguatkan ketahanan pasar modal ketika investor asing melakukan net sell. “Ini juga bentuk dukungan agar tercipta stabilitas di pasar modal terutama pasar saham di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.
Perubahan arah strategis MGLV ke sektor infrastruktur teknologi masa depan telah menarik perhatian investor institusi. Keterlibatan ekosistem Trinugraha Thohir yang bersinergi dengan entitas pengendali baru MGLV, PT Nextier Datamate Center (NDC), serta jajaran manajemen yang diperkuat oleh Glenn Sugita, dinilai menjadi katalis utama di balik melesatnya valuasi MGLV.
Sinergi ini membawa misi besar untuk mengintegrasikan potensi pasokan energi nasional dengan kapasitas komputasi canggih. Melalui entitas anak, NDC (NexAI Digital Center), MGLV kini berfokus penuh pada penyediaan infrastruktur data center yang dirancang khusus untuk menopang komputasi artificial intelligence (AI). Langkah ini dinilai sebagai respons tepat waktu atas melonjaknya permintaan pemrosesan data berkecepatan tinggi di Asia Tenggara.
Manajemen MGLV menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan pasokan energi dengan infrastruktur digital modern. Perkembangan ekonomi digital, peningkatan adopsi layanan cloud computing, AI, serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor, telah mendorong kebutuhan infrastruktur pusat data yang andal, aman, dan berkapasitas tinggi.
“Perseroan memandang bahwa kondisi tersebut menciptakan peluang usaha yang prospektif untuk mengembangkan kegiatan usaha yang selaras dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi, sehingga diharapkan dapat mendukung diversifikasi usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperkuat pertumbuhan usaha Perseroan secara berkelanjutan,” tulis keterangan manajemen MGLV dalam keterbukaan informasi BEI.
Dalam pelaksanaan kegiatan usaha tersebut, MGLV berencana mengembangkan fasilitas high-density data center yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, dan pemrosesan data, termasuk untuk mendukung layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), serta kebutuhan infrastruktur digital lainnya. Pengembangan kegiatan usaha di bidang data center ini diyakini akan mendukung pertumbuhan usaha perseroan dalam jangka panjang dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta para pemangku kepentingan.
Ikuti DailyFX.ID
