— JAKARTA – Kapten pilot maskapai Air India yang bertugas pada penerbangan rute Phuket-Delhi, yang mengalami insiden penurunan ketinggian mendadak pekan lalu, terbukti positif mengonsumsi ganja. Hasil tes narkoba lanjutan yang dirilis pada Selasa (11/8/2026) mengonfirmasi temuan tersebut.

Menyusul laporan dari Reuters ini, Kementerian Penerbangan Sipil India segera memanggil CEO Air India, Campbell Wilson. Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta penjelasan resmi mengenai insiden keselamatan yang melibatkan pesawat jenis Airbus A320neo tersebut.

Meskipun pihak kementerian dan Air India belum memberikan pernyataan tertulis resmi, Wilson telah mengonfirmasi kepada media lokal bahwa maskapai telah menyerahkan laporan perkembangan investigasi internal kepada pemerintah.

Penyelidikan resmi oleh otoritas penerbangan India ini bermula setelah penerbangan dari Phuket, Thailand, menuju Delhi mengalami “variasi ketinggian sesaat”. Pesawat tersebut dilaporkan anjlok sekitar 300 kaki atau 90 meter secara mengejutkan saat melintas di atas negara bagian Odisha, India timur.

Guncangan mendadak ini menyebabkan 13 penumpang dan empat kru kabin mengalami luka-luka. Meskipun sempat menghadapi situasi darurat di udara, pesawat yang membawa 137 penumpang dan delapan awak ini akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Delhi.

Sebelumnya, Kementerian Penerbangan Sipil India telah menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal kapten pilot menunjukkan indikasi penggunaan zat psikoaktif. Hal ini mendorong perlunya pengujian laboratorium konfirmasi. Maskapai Air India, yang merupakan bagian dari Tata Group dan Singapore Airlines, sempat menyatakan belum menerima laporan resmi hasil tes tersebut sebelum akhirnya dipanggil oleh kementerian.

Penggunaan zat psikoaktif, termasuk narkotika dan obat-obatan terlarang, oleh personel penerbangan merupakan pelanggaran serius terhadap standar keselamatan penerbangan internasional. Otoritas penerbangan global menerapkan kebijakan “toleransi nol” untuk memastikan kapten dan awak kabin dalam kondisi fisik serta mental yang optimal saat bertugas.

Insiden penurunan ketinggian mendadak atau turbulensi parah, yang dapat dipicu oleh kesalahan manusia atau kendala teknis, berpotensi menimbulkan konsekuensi fatal bagi keselamatan penerbangan. Kasus ini kembali menambah sorotan publik dan regulator terhadap pengawasan prosedur medis serta evaluasi rutin bagi para pilot di industri penerbangan sipil India, terutama bagi maskapai yang sedang mengalami transisi manajemen besar seperti Air India.