Prediksi Laporan Ekonomi 15 SEPTEMBER 2020

Dalam pertemuan ini akan menjelaskan perincian tatap muka kebijakan RBA awal Sepetember tahun ini. RBA menjaga suku bunga sebesar 0,25% serta suaranya condong dovish, mencatatkan pemulihan ekonomi masih belum merata ke semua bagian.

Data pengangguran meningkat sebesar 94,4 ribu pada bulan Juli, sebelumnya mengalami penurunan  28,1 ribu.

Perkembangan upah menurun sebesar 1,2% pada bulan Juni serta pengurangan yang lain sebesar 1,3% diinginkan pada bulan Juli. Jumlah pengangguran yang  dibanderol 3,9% dalam empat bulan beruntun diprediksikan bergerak naik sebesar 4,1%.

Dollar Turun, Emas Naik 1%

Laporan hariini emas mengalami peningkatan sebesar 1% bersamaan US dollar yang condong menurun.

Harapan Federal Reserve AS yang menjaga kebijakan moneter dovishnya minggu ini memberikan dukungan pada logam safe haven.

The Fed diharapkan mampu untuk menjaga tingkat sasaran inflasi serta mereka akan tingkatkan pembelian Quantitative Easing.

Emas sekarang ini mempunyai potensi semakin meningkat ke posisi terrtinggi dalam pekan kemarin dikisaran 1966, apabila mampu menembus maka emas akan naik mencapai 1980-an.

Emas menguat mecapai 1% sebab US Dollar menurun, sedangkan harapan sekitar Federal Reserve AS yang menjaga kebijakan moneter dovishnya memasuki pekan ini yang semakin naik.

Spot emas menguat sebesar 0,9% jadi $1,959.64 per ounce. Sedangkan untuk emas berjangka AS meningkat sebesar 1,1% ke $1.969.

Dollar ada di bawah tekanan dalam perdagangan hari ini membuat emas semakin kuat. Kami lihat Steven Mnuchin menunjukkan jika mereka ingin  persetujuan rangsangan fiskal dilaksanakan, tegas Phillip Streible, kepala taktik pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Dollar turun mencapai 0,4% terhadap mata uang pesaingnya, menguatkan daya tarik emas buat investor yang sedang memiliki mata uang yang lainnya.

Bullion sudah menguat sebesar 29% tahun ini didukung rangsangan besar dari bank sentra global untuk melawan efek pandemi virus corona. Investor saat ini memperhatikan kepastian  kebijakan Fed yang akan dikeluarkan pada hari Rabu.

The Fed diinginkan untuk menjaga tingkat sasaran inflasi, kami akan jalankan 2% untuk waktu serta mereka akan tingkatkan pembelian Quantitative Easing, jadi emas tetap harus memberikan dukungan itu, kata Streible.

Aktor pasar menanti ketetapan kebijakan Bank of Japan serta Bank of England pada hari Kamis.

Disamping itu, Uni Eropa tingkatkan desakan pada Boris Johnson untuk mundur dari pelanggaran kesepakatan perpisahan Brexit. Emas tetap akan bergerak semakin tinggi sebab ketidakpastian politik di AS, Brexit serta keseluruhannya situasi ekonomi yang lemah.

Leave a Comment

Copyright © 2020. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.