— PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berupaya mempertahankan momentum positif kanal bancassurance dengan memacu tiga strategi hingga akhir 2026. Langkah ini diambil setelah kanal bancassurance berhasil meraup pendapatan premi sebesar Rp 4,4 triliun pada paruh pertama 2026.

Angka tersebut melonjak 155% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 1,7 triliun. Perolehan ini juga memecahkan rekor tertinggi untuk kanal perbankan Prudential Indonesia.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menjelaskan bahwa perusahaan akan berfokus pada tiga pilar utama untuk menjaga pertumbuhan. “Pertama, memperkuat portofolio produk agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis. Kedua, memperdalam kolaborasi dengan mitra perbankan untuk meningkatkan keterlibatan nasabah dan memperluas akses melalui kanal fisik maupun digital. Ketiga, terus berinvestasi pada pengalaman nasabah, kualitas layanan, serta kapabilitas berbasis teknologi,” ungkap Adit dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

Fokus pada Kebutuhan Nasabah Premium

Penguatan produk Prudential akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan nasabah segmen affluent dan high-net-worth (HNW). Segmen ini menunjukkan pergeseran minat ke arah diversifikasi aset, pelestarian kekayaan (wealth preservation), dan perencanaan warisan.

Adit menambahkan, minat terhadap solusi proteksi berbasis Dolar Amerika Serikat (USD) juga meningkat. Hal ini seiring dengan meningkatnya keterkaitan nasabah dengan aktivitas global, seperti rencana pendidikan luar negeri dan kepemilikan aset lintas negara.

“Tren ini didorong oleh gaya hidup yang semakin global dan aspirasi keuangan nasabah. Bagi banyak nasabah di segmen ini, diversifikasi pada berbagai kelas aset dan mata uang menjadi bagian penting dari strategi perencanaan keuangan mereka,” ujar Adit.

Adaptasi Digitalisasi dan Layanan Omnichannel

Meskipun kunjungan nasabah ke kantor cabang perbankan menurun akibat digitalisasi, Adit menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi volume permintaan produk bancassurance. Prudential Indonesia beradaptasi dengan mengembangkan model layanan omnichannel bersama mitra perbankan.

“Digitalisasi telah mengubah cara nasabah berinteraksi dengan institusi keuangan. Namun, kami tidak melihat hal ini mengurangi minat terhadap solusi keuangan yang ditawarkan bancassurance,” jelas Adit.

Kinerja kanal perbankan Prudential pada semester I-2026 sejalan dengan tren industri. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan premi dari kanal bancassurance industri tumbuh 17,9% pada semester I-2026, menyumbang 43,8% terhadap keseluruhan perolehan premi asuransi jiwa nasional.