— PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diproyeksikan akan memiliki dana tunai sebesar US$1,3 miliar setelah menyelesaikan penjualan 48% saham Kestrel Coal. Langkah ini diharapkan memperkuat neraca keuangan perseroan dan membuka peluang pemberian dividen yang signifikan kepada para pemegang saham.

Berdasarkan analisis dari Ciptadana Sekuritas, transaksi penjualan Kestrel Coal ditargetkan selesai pada kuartal II tahun 2026. Pembayaran awal dari transaksi ini diperkirakan mencapai US$888 juta, dengan potensi tambahan sekitar US$264 juta yang akan diterima dalam lima tahun ke depan, bergantung pada pergerakan harga batu bara.

Dana tambahan tersebut akan dicairkan apabila harga batu bara metalurgi menembus level US$225 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kenaikan pemasukan dana lebih bersifat kondisional berdasarkan skenario harga yang ditetapkan, bukan kepastian.

“Transaksi tersebut dilakukan dengan valuasi EV/EBITDA sebesar 6,5 kali, yang sejalan dengan penilaian perusahaan batu bara sejenis di Australia,” demikian catatan Ciptadana yang dikutip pada Jumat (21/8/2026).

Dividen Spesial dan Target Harga

Ciptadana Sekuritas mencatat bahwa Kestrel Coal hanya berkontribusi sekitar 2% terhadap laba bersih AADI pada tahun 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa AADI dapat memonetisasi aset yang memiliki kontribusi laba relatif kecil, namun menghasilkan tambahan kas yang cukup besar.

Implikasi paling signifikan dari transaksi ini adalah penguatan neraca keuangan AADI, dengan estimasi kas yang akan tersedia mencapai US$1,3 miliar. Saat ini, AADI berada dalam fase investasi modal (capex) yang rendah. Oleh karena itu, dana yang diperoleh dari penjualan Kestrel berpeluang besar untuk dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen spesial.

Sebagai gambaran, pembayaran awal dari divestasi Kestrel sebesar US$888 juta berpotensi memberikan imbal hasil dividen sebesar 20% jika dihitung berdasarkan harga saham saat riset ini dibuat. Namun demikian, besaran dividen yang pasti akan tetap menjadi keputusan final dari jajaran manajemen.

Ciptadana Sekuritas merekomendasikan beli saham AADI dengan target harga Rp13.400. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 34% dari harga saham pada saat riset dilakukan. Selain itu, proyeksi imbal hasil dividen AADI untuk tahun 2026 dan 2027 diprediksi masing-masing sebesar 6,5% dan 9%.