— PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperluas jangkauan kontribusinya dalam upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, perusahaan menyalurkan 76.400 masker untuk masyarakat yang terdampak di wilayah Sumatra, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, sebagai bagian dari sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyatakan bahwa penyaluran masker ini merupakan kelanjutan dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak Karhutla secara terpadu. Inisiatif ini juga mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat.

Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. Penyaluran bantuan melalui KLH dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan ketepatan sasaran dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.

“Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tapi juga dampak bagi masyarakat seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak,” ujar Anggono, mengutip dari keterangan resmi pada Selasa (15/9/2026).

Anggono menjelaskan secara teknis, total 76.400 masker tersebut didistribusikan di tiga wilayah. Sebanyak 25.000 masker diserahkan di Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup di Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya, 21.400 masker diserahkan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sementara itu, 30.000 masker lainnya diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk didistribusikan lebih lanjut ke wilayah Sumatra yang juga terdampak Karhutla. “Kami harap bantuan masker ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” tambah Anggono.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk bergerak bersama melalui aksi nyata di lapangan. Pupuk Kaltim berkomitmen untuk mengambil peran sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki, baik dalam kondisi kedaruratan maupun upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.

Menurut Rafli, sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam menangani persoalan lingkungan. Dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi demi membangun ketangguhan menghadapi risiko lingkungan dan kebencanaan.

“Ketika semua bergerak bersama, respons terhadap persoalan lingkungan akan lebih cepat dan efektif. Atas dasar itulah Pupuk Kaltim terus mengambil bagian dalam penanganan Karhutla,” tegas Rafli.

Selaras dengan komitmen tersebut, Pupuk Kaltim sebelumnya juga telah memberikan dukungan serupa di Kota Bontang. Berbagai langkah proaktif dilakukan, termasuk membuka akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran yang dapat dimanfaatkan selama 24 jam penuh di dua lokasi pengisian yang disiapkan untuk mengoptimalkan upaya pemadaman.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga menyalurkan 1.400 masker bagi masyarakat terdampak Karhutla serta menyediakan extra fooding bagi petugas yang terlibat dalam penanganan. Pendekatan ini menunjukkan fokus Pupuk Kaltim tidak hanya pada kebutuhan pemadaman, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dan dukungan bagi petugas di garis depan.

“Dukungan ini pun kami perluas melalui bantuan kali ini, sehingga penanganan Karhutla bisa berjalan beriringan dengan antisipasi dampak kesehatan di masyarakat,” tutup Rafli.