DailyFX.ID — JAKARTA – Tim dokter spesialis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat menyatakan kondisi dua siswa asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dirujuk karena dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) terus membaik. Kedua pasien, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana, kini tidak memerlukan perawatan intensif.
Febiona dipastikan tidak mengalami gangguan fungsi otak, sementara kondisi ginjal Agnesia menunjukkan perkembangan positif. Tim dokter menyatakan keduanya telah dapat berkomunikasi dengan baik dan melakukan aktivitas secara mandiri. Jika kondisi terus stabil, keduanya direkomendasikan untuk menjalani perawatan jalan setelah kembali ke daerah asal.
Kedua pasien tiba di RSCM pada Sabtu pekan lalu. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, tim dokter memastikan keduanya dapat dirawat di ruang perawatan biasa karena tidak membutuhkan penanganan di ruang intensif.
Salah satu pemeriksaan mendalam dilakukan terhadap Febiona Purba, yang sebelumnya disebut mengalami gangguan fungsi otak. Tim dokter melakukan evaluasi komprehensif melalui wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik dan neurologis, serta pemeriksaan penunjang berupa electroencephalography (EEG) untuk melihat aktivitas listrik dan fungsi otak.
Dr. Renan Sukmawan, ST, SpJP(K), PhD, MARS, menjelaskan pemeriksaan tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk menilai perkembangan fungsi otak pasien. “Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik dan neurologi, serta pemeriksaan penunjang EEG untuk menilai perkembangan fungsi otak,” kata Renan.
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, dokter tidak menemukan adanya gangguan fungsi otak maupun masalah organik pada otak Febiona. Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Subspesialis Neurologi, menyebut keluhan yang dialami Febiona berkaitan dengan episode kejang yang terjadi sesaat. Ia menegaskan tidak ditemukan bukti adanya gangguan organik pada otaknya dari pemeriksaan yang dilakukan.
“Dari pemeriksaan fisik dan neurologi serta hasil EEG, tidak ditemukan gangguan fungsi otak. Hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya masalah organik pada otak,” sebut Setyo.
Dalam penjelasan lebih lanjut, pihak RSCM menerangkan bahwa keluhan awal yang menyerupai kejang dipastikan sebagai serangan panik akibat kecemasan, bukan epilepsi ataupun gangguan psikotik. Kondisi emosi pasien kini stabil dengan pendampingan yang diberikan.
Selain Febiona, tim dokter RSCM juga memantau kondisi Agnesia Paruliana yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan fungsi ginjal setelah kejadian yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG. Subspesialis Nefrologi RSCM, Dr. Henny Adriani Puspitasari, menyampaikan hasil evaluasi menunjukkan kondisi Agnesia terus mengalami perbaikan.
“Kondisi Agnesia saat ini semakin membaik. Dari hasil evaluasi berkala, fungsi ginjalnya menunjukkan perkembangan yang baik,” ucap Henny. RSCM juga mengungkapkan bahwa pasien dikonfirmasi tidak memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya. Saat ini, kondisi kejiwaannya stabil dan secara fisik sudah mampu berdiri, berjalan, serta beraktivitas mandiri.
Tim dokter turut melibatkan Divisi Psikiatri Anak dan Remaja dalam pemantauan kedua pasien untuk memastikan kondisi psikologis mereka tetap terjaga selama proses pemulihan. “Kondisi pasien saat ini sudah membaik. Kemampuan memori jangka pendek maupun jangka panjang juga dinilai baik,” ucap Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ.
Secara umum, tim dokter menyebut kondisi Febiona dan Agnesia kini baik. Keduanya sudah mampu berkomunikasi dan melakukan kontak dengan lingkungan sekitar secara baik. Dengan perkembangan tersebut, kedua pasien direkomendasikan untuk dipulangkan ke daerah asal dan melanjutkan pemantauan kesehatan melalui layanan rawat jalan. Kepulangan akan dilakukan setelah tim medis memastikan kondisi keduanya stabil dan tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut di RSCM.
Terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami kedua pasien, dalam keterangan medis disebutkan sebagai kondisi yang diduga berkaitan dengan kejadian setelah konsumsi makanan bergizi gratis. Penetapan penyebab pasti memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.
Ikuti DailyFX.ID
