DailyFX.ID — JAKARTA – Antrean jual saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali membeludak di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Sekitar pukul 15.15 WIB, antrean jual saham GOTO di harga Rp 50 mencapai 320.515.329 lot saham, dengan nilai sekitar Rp 1,6 triliun. Realisasi transaksi saham GOTO di pasar reguler pada waktu yang sama baru mencapai 7,88 juta saham yang diperdagangkan, dengan frekuensi 818 kali dan nilai transaksi Rp 393 juta.
Sementara itu, aktivitas perdagangan saham GOTO di pasar negosiasi BEI terlihat lebih semarak. Hingga berita ini disusun, secara akumulasi, terdapat 26,5 juta lot saham GOTO yang ditransaksikan di pasar negosiasi dengan total nilai Rp 60,9 miliar. Harga transaksi saham GOTO di pasar nego terpencar antara Rp 2 hingga Rp 40 per saham, dengan rata-rata di Rp 22 per saham. Hal ini menunjukkan saham GOTO “diobral” di pasar negosiasi dengan harga yang jauh di bawah harga pasar reguler Rp 50.
Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 berpotensi membuka antrean saham yang selama ini tertahan di level gocap. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pun menjadi sorotan terkait nasibnya nanti.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat memberikan jalan keluar bagi investor sekaligus membuat proses pembentukan harga (price discovery) lebih mencerminkan kondisi permintaan dan penawaran.
“Secara teori, saham GOTO memang dapat bergerak turun secara bertahap hingga Rp 1 apabila aturan tersebut diberlakukan, tetapi penurunannya tidak otomatis terjadi hanya karena batas harga berubah,” ujar Liza. Ia menambahkan, “GOTO tetap bergantung pada fundamental, sentimen, serta kekuatan jual-belinya.”
Ikuti DailyFX.ID
