DailyFX.ID — JAKARTA – Keamanan dan kenyamanan parkir menjadi kebutuhan esensial bagi pengunjung, yang di balik layar melibatkan rangkaian operasional kompleks. PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking Indonesia/SPI) mengelola operasional parkir di Pondok Indah Mall (PIM) 1, 2, 3, 5, dan Pondok Indah Office Tower (PIOT), menghadapi tantangan penyesuaian operasional di lima area dengan karakter dan kebutuhan berbeda.
Dalam sebuah media site visit, SPI memaparkan berbagai aspek operasional yang mendukung layanan parkir sehari-hari. Mulai dari pengaturan area, pengelolaan kapasitas, fungsi Control Room, penataan fisik, hingga penerapan teknologi canggih. Rustam Rachmat, Managing Director Secure Parking Indonesia, menyatakan bahwa setiap area memiliki kebutuhan unik, dan tantangannya adalah menyesuaikan operasional tanpa mengorbankan standar layanan.
Dengan kapasitas gabungan sekitar 10.000 kendaraan di kelima lokasi dan operasional kawasan yang berjalan 24 jam, SPI menerapkan pendekatan yang beragam. Premium Area, misalnya, memiliki karakter layanan dan tarif yang berbeda dari area parkir reguler. Kebijakan tarif sepenuhnya menjadi kewenangan pengelola gedung atau kawasan, sementara SPI bertugas memastikan penerapan yang konsisten di lapangan.
Penataan area parkir juga menjadi fokus. SPI melakukan modernisasi dan pemeliharaan elemen parkir, termasuk marka dan pengecatan lantai dengan epoxy. Di Pondok Indah, penggunaan warna epoxy yang berbeda di setiap lantai berfungsi sebagai identitas visual, memudahkan pengguna mengenali area. Rustam menekankan bahwa penataan ini bukan sekadar estetika, melainkan untuk menciptakan lingkungan parkir yang terstruktur dan mudah dipahami. “Standarnya harus konsisten, tetapi cara kita menjalankannya tidak selalu bisa sama di setiap lokasi,” ujarnya.
Dari Area Parkir hingga Control Room
Pengelolaan kawasan yang beragam ini memerlukan koordinasi dan monitoring berkelanjutan. SPI memiliki Control Room terpusat di Pondok Indah yang berfungsi untuk pemantauan dan koordinasi operasional sepanjang waktu melalui pengaturan shift tim.
Perangkat otomatis digunakan untuk memantau ketersediaan kapasitas parkir, mendukung pengaturan arus kendaraan. Pengelolaan parkir melibatkan koordinasi antara tim lapangan, sistem monitoring, pengaturan kapasitas, dan Control Room. “Teknologi membantu kami bekerja lebih efektif, tetapi kualitas layanan tetap ditentukan oleh bagaimana sistem dan SDM bekerja bersama,” jelas Rustam.
Teknologi Mendukung, Bukan Menggantikan Operasional
SPI mengembangkan layanannya dengan teknologi, namun teknologi bukanlah tujuan akhir. Melalui Epsilon Parking System (EPS), SPI mengimplementasikan sistem parkir berbasis cloud untuk pencatatan kendaraan, monitoring operasional, pelaporan, dan integrasi pembayaran digital.
Selain itu, sistem eNOS (Epsilon No Scan No Tap) memungkinkan pengalaman parkir digital tanpa tiket atau kartu, menggunakan identifikasi License Plate Recognition (LPR) dan transaksi digital via aplikasi. Teknologi Flaplock juga digunakan untuk pengaturan dan pengamanan akses kendaraan, termasuk mendukung fasilitas EV charging. Manfaat teknologi bagi SPI adalah mempermudah proses, membuat pencatatan lebih sistematis, dan monitoring lebih efisien.
“Yang kami lihat bukan sekadar perangkat apa yang digunakan, tetapi bagaimana teknologi tersebut membantu tim menjalankan operasional dengan lebih tertib dan konsisten,” kata Rustam.
Operator Parkir Semakin Dituntut Memahami Kawasan
Peran operator parkir kini berkembang. SPI tidak hanya memastikan kelancaran keluar masuk kendaraan, tetapi juga dituntut memahami karakter aktivitas kawasan, pola pengguna, kebutuhan pengelola, serta efektivitas operasional. Hal ini memerlukan koordinasi erat antara pengelola kawasan dan operator, di mana kebijakan kawasan menjadi acuan pelaksanaan operasional parkir oleh SPI.
“Keberhasilan layanan parkir bukan hanya soal kendaraan bisa masuk dan keluar, tetapi bagaimana layanan tersebut dapat mendukung kawasan berjalan dengan baik,” ujar Rustam.
Pertumbuhan 2026 Berjalan Bersama Konsistensi
Menghadapi kebutuhan kawasan yang beragam, SPI menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10% pada 2026. Target ini sejalan dengan upaya perusahaan memperluas layanan sambil mempertahankan kualitas operasional.
Di paruh kedua tahun ini, SPI akan fokus pada ekspansi jaringan, penguatan lokasi eksisting, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas operasional. Pertumbuhan bagi SPI diukur tidak hanya dari penambahan lokasi, tetapi juga kemampuan melayani setiap kawasan dengan standar operasional dan kualitas layanan yang konsisten. “Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap lokasi dapat kami layani dengan standar operasional dan kualitas layanan yang konsisten,” tutup Rustam.
Ikuti DailyFX.ID
