— Paramount Skydance dilaporkan telah memenangkan sengketa hukum terkait rencana akuisisi Warner Bros Discovery senilai US$110 miliar. Kesepakatan ini tercapai setelah Paramount mencapai perjanjian dengan koalisi negara bagian Amerika Serikat yang dipimpin oleh California, serta serikat penulis Hollywood. Langkah ini secara signifikan membuka jalan bagi salah satu merger media terbesar dalam sejarah industri.

Kesepakatan ini menjadi kemenangan krusial bagi CEO Paramount, David Ellison. Selama berbulan-bulan, ia telah menghadapi berbagai gugatan hukum yang berupaya menghalangi transaksi ini. Merger yang berhasil akan mengonsolidasikan kekuatan besar di berbagai lini bisnis media, termasuk film, televisi, streaming, dan berita.

Sebagai bagian dari perjanjian, Paramount setuju untuk mematuhi kuota produksi film sementara dan membentuk komite pengawasan independensi berita. Dengan adanya kesepakatan ini, Paramount terhindar dari kewajiban untuk menjual aset-aset penting seperti jaringan kabel CNN maupun waralaba film bernilai tinggi.

Meskipun disambut positif oleh sebagian besar pemegang saham Warner Bros, merger ini tetap menuai kritik. Sejumlah pihak menilai bahwa konsolidasi ini dapat berdampak negatif pada lapangan kerja di Hollywood. Bursa saham menunjukkan reaksi positif, dengan saham Warner Bros Discovery melonjak lebih dari 10% pada perdagangan Senin (21/09/2026). Sementara itu, saham Paramount juga mengalami kenaikan, meskipun sebagian dari kenaikan tersebut tergerus.

Writers Guild of America, serikat penulis Hollywood, juga telah menyelesaikan gugatan terpisah terhadap Paramount. Meskipun demikian, serikat tersebut tetap menyuarakan keprihatinan bahwa transaksi ini berpotensi merugikan industri secara keseluruhan.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan “hasil antimonopoli yang kuat”. Ia menambahkan, “Lebih banyak produksi, lebih banyak pilihan, dan pagar pengaman untuk menjaga industri ini tetap kompetitif. Saya tidak berpikir kedua perusahaan ini seharusnya bergabung, tetapi itu bukan fokus penyelesaian kami,” ujarnya dalam konferensi pers di Los Angeles, yang dikutip Reuters pada Senin (21/09/2026).

Dalam kesepakatan dengan negara-negara bagian, Paramount berkomitmen untuk meningkatkan produksi film di Amerika Serikat dengan tambahan belanja sedikitnya US$300 juta per tahun untuk produksi domestik. Perusahaan juga setuju untuk memenuhi kuota perilisan film di bioskop AS selama lima tahun ke depan.

Paramount akan memproduksi 30 film per tahun dalam dua tahun pertama, yang kemudian akan meningkat menjadi 32 film per tahun selama tiga tahun berikutnya. Dari jumlah tersebut, sedikitnya empat film setiap tahun harus merupakan film independen, dan minimal 20% dari total produksi harus berupa film blockbuster. Jika Paramount gagal memenuhi target ini, perusahaan akan dikenai denda sebesar US$30 juta untuk setiap film yang kurang dari target, di mana sebagian besar dana denda tersebut akan dialokasikan untuk mendukung para pekerja industri.

Selain itu, Paramount berjanji tidak akan menaikkan tarif kepada operator bioskop selama tiga tahun ke depan. Perusahaan juga akan membentuk dewan independensi editorial berita yang bertugas menjaga independensi jaringan berita CBS dan CNN.

David Ellison menyatakan bahwa tujuan utama perusahaan sejak awal adalah membangun industri Hollywood yang lebih kuat. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan produksi, penawaran lebih banyak pilihan bagi konsumen, dan persaingan yang lebih ketat di pasar.

Meskipun regulator dari pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyetujui transaksi ini, koalisi 12 jaksa agung negara bagian yang dipimpin California sebelumnya mengajukan gugatan pada bulan Juli untuk memblokir merger tersebut. Mereka berargumen bahwa transaksi ini akan mengurangi persaingan dan menciptakan raksasa media dengan kekuatan lebih besar untuk menaikkan harga.

Writers Guild of America juga sebelumnya mengajukan gugatan dengan alasan bahwa merger ini dapat menekan upah dan memperburuk kondisi kerja bagi para penulis film dan televisi.

Sebelumnya, Paramount dan Warner Bros memperkirakan bahwa merger ini dapat menghasilkan penghematan sekitar US$6 miliar. Penghematan ini diharapkan datang dari pemangkasan biaya yang berpotensi berdampak pada lapangan kerja di Hollywood, serta di ruang redaksi CNN dan CBS.

Perusahaan hasil merger ini diperkirakan akan menanggung utang sekitar US$80 miliar.

Kesepakatan ini juga membantu Paramount menghindari kewajiban pembayaran denda harian sebesar US$7 juta kepada pemegang saham Warner Bros. Denda ini berlaku untuk setiap hari keterlambatan penyelesaian transaksi setelah 30 September. Regulator antimonopoli di sejumlah yurisdiksi lain, termasuk Uni Eropa dan Inggris, sebelumnya juga telah memberikan persetujuan mereka terhadap transaksi ini.